Rizal Ramli Usul Sidang Kabinet Bahas Blok Masela Disiarkan Langsung

Kompas.com - 15/01/2016, 12:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli menyampaikan pandangannya dalam bidang ekonomi saat berkunjung ke kantor Tribun di Jakarta, Kamis (7/1/2016). TRIBUN / DANY PERMANAMenteri Koordinator Bidang Maritim Rizal Ramli menyampaikan pandangannya dalam bidang ekonomi saat berkunjung ke kantor Tribun di Jakarta, Kamis (7/1/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengusulkan agar sidang kabinet dengan agenda bahasan pengembangan Blok Masela disiarkan secara langsung. Hal itu menyusul masih alotnya pembahasan nasib lapangan gas abadi itu.

"Kalau bisa saya usulkan nanti sidang kabinetnya live aja nanti di tv sekalian, lebih asyik," ujar Rizal diacara diskusi kebangsaan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Dia menjelaskan, sebenarnya sidang kabinet membahas Blok Masela sudah digelar beberapa hari lalu. Namun, Presiden Jokowi belum mengambil keputusan dan memberikan kesempatan sidang kabinet untuk membahas hal serupa.

Rizal menceritakan, dalam sidang kabinet pertama, ada tiga orang yang mendukung pengembangan Blok Masela dengan membangun kilang gas alam cair (LNG) di tengah laut (floating) atau offshore.

Ketiga orang itu yakni Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Menteri Ristek Dikti Muhammad Nasir, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Sementara itu, Rizal Ramli sebagai menteri koordinator yang membawahi Kementerian ESDM justru mendukung pengembangan Blok Masela dengan membangun kilang LNG di darat atau onshore.

Menurut dia, ketiga orang yang disebutkan terus mendukung pembangunan floating dengan membayar konsultan asing.

Padahal, tutur Rizal, pihaknya justru menggunakan konsultan lulusan ITB yang tidak dibayar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X