Menteri Jonan: Presiden Minta Layanan Navigasi Penerbangan Ditambah

Kompas.com - 16/01/2016, 12:48 WIB
Menhub Ignasius Jonan resmikan Air Traffic Control System Top Sky, di Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Makassar, Sabtu (16/1/2016). Sistem baru ini sama dengan teknologi navigasi yang digunakan di Singapura, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, dan India. KOMPAS.com / Estu SuryowatiMenhub Ignasius Jonan resmikan Air Traffic Control System Top Sky, di Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Makassar, Sabtu (16/1/2016). Sistem baru ini sama dengan teknologi navigasi yang digunakan di Singapura, Thailand, Australia, Brunei Darussalam, Filipina, dan India.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
MAKASSAR, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, Presiden RI Joko Widodo memberikan target dalam tiga tahun mendatang, dibentuk satu Flight Information Region (FIR) lagi di Natuna.

Hal itu dilakukan untuk melayani user atau maskapai yang melintasi wilayah tersebut, yang saat ini dilayani oleh Singapura.

Saat ini ada dua FIR yang melayani hilir-mudiknya pesawat di angkasa NKRI, yakni Ujung Pandang FIR yang melayani wilayah timur Indonesia, dan Jakarta FIR, yang melayani wilayah barat Indonesia.

"Mengenai FIR, sesuai arahan Presiden, tiga tahun paling lama, itu untuk upper Natuna kita bisa membuat satu FIR lagi, yang akan melayani daerah sekitar upper Natuna yang sekarang dilayani oleh Singapura," kata Jonan.

Pertumbuhan angkutan udara non-militer yang dalam 10 tahun terakhir mencapai dua kali lipat, membuat frekuensi penerbangan yang melalui wilayah udara Indonesia makin banyak.

Padahal, kata Jonan, saat ini luas wilayah udara yang saat ini dilayani Airnav Indonesia 1,5 kali luas wilayah udara Indonesia.

Jumlah penerbangan yang lewat dan dilayani Ujung Pandang FIR yang berbasis di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar sebanyak 1.100 penerbangan dalam sehari. Jumlah itu lebih banyak dari yang dilayani Jakarta FIR yang berbasis di Bandara Soekarno-Hatta, sebanyak 800 penerbangan.

"Ini kalau dalam pandangan saya, Airnav, Kemenhub dan TNI AU bekerjasama dengan baik sehingga kita siap, dan yang saat ini masih dilayani Singapura nantinya bisa dilayani upper Natuna. Ini penting sekali. Ini bukan soal sentimental kedaulatan. Ini soal kesiapan kita," kata Jonan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X