Tiga Hari Jelang "Groundbreaking", Amdal KA Cepat Belum Rampung

Kompas.com - 18/01/2016, 16:45 WIB
Kereta cepat China SANDRO GATRA/KOMPAS.comKereta cepat China
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum tahu apakah proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bisa dimulai (groundbreaking) atau tidak pada 21 Januari 2016 sesuai perintah Presiden Joko Widodo.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko mengatakan, pihaknya masih menunggu kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Kita masih menunggu Amdal, belum (selesai)," ujar Hermanto di Jakarta, Senin (18/1/2016).

Menurut dia, kajian Amdal baru dibahas di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada hari ini.

Bila PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bisa mempercepat proses kajian Amdal itu, kemungkinan groundbreaking yang tinggal 3 hari lagi bisa saja dilakukan.

"Kalau dia (PT KCIC) bisa ngejar silahkan. Asal persyaratan semua dipenuhi, kita keluarkan (izin) tanggal 20 Januari," kata Hermanto.

Kajian Amdal merupakan salah satu syarat yang tertuang dalam izin pembangunan suatu proyek. Oleh karena itu, bila hasil Amdal negatif atau belum rampung maka Kemenhub tidak akan mengeluarkan izin pembangunan KA cepat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X