Perlu Koordinasi soal Kerja Sama Bidang Pertahanan Turki di Indonesia

Kompas.com - 19/01/2016, 19:21 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (11/1/2016). KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (11/1/2016).
|
EditorJosephus Primus


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan pihaknya masih memerlukan kordinasi dengan berbagai kementerian terkait rencana investasi industri Turki di bidang pertahanan. Walaupun menyambut baik rencana Turki tersebut, pihaknya masih harus melakukan kordinasi khususnya dengan kementerian-kementerian teknis seperti. "Kita masih perlu kordinasi dengan kementerian teknis, seperti menhan contohnya," ujar Saleh di Kantor Kementrian Perindustrian, Jakarta Selasa (19/1/2016).

Selain itu, hingga kini Saleh  masih menunggu penjajakan bersama kementerian pertahanan serta kementerian dan instansi terkait rencana kerja sama ini. "Mereka kemarin sudah keliling-keliling ke kementerian-kementerian terkait. Tetapi memang perlu penjajakan lagi terutama dengan BUMN-BUMN terkait misalnya," pungkas Saleh.

Seperti yang diberitakan, sebelumnya pemerintah Turki ingin meningkatkan kerja sama industri pertahanan dan alat persenjataan dengan Indonesia. Keinginan Turki ini disambut baik oleh pemerintah Indonesia asalkan mereka bersedia untuk memenuhi dua sarat. Pertama, Turki harus melibatkan industri pertahanan dalam negeri Indonesia dalam proyek ini dan yang kedua, Turki juga mesti menjalin kerja sama dengan Indonesia dalam hal riset dan pengembangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X