Pengusaha NTT Enggan Jual Sapi Lewat Kapal Ternak?

Kompas.com - 22/01/2016, 14:03 WIB
Kapal pengangkut ternak Kapal Motor (KM) Camara Nusantara I adalah satu dari enam kapal ternak yang dibangun Kementerian Perhubungan. KM Camara Nusantara 1 dengan panjang 68 meter dan lebar 14 meter berkapasitas 500 ekor sapi. KM Camara Nusantara I dibangun di galangan Bangkalan, Madura. 

Kementerian PertanianKapal pengangkut ternak Kapal Motor (KM) Camara Nusantara I adalah satu dari enam kapal ternak yang dibangun Kementerian Perhubungan. KM Camara Nusantara 1 dengan panjang 68 meter dan lebar 14 meter berkapasitas 500 ekor sapi. KM Camara Nusantara I dibangun di galangan Bangkalan, Madura.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejak pertama kali tiba di Jakarta pada 11 Desember 2015 lalu, kapal ternak yang mengangkut 353 ekor sapi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat menjadi harapan turunnya harga daging di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kapal tersebut diproyeksikan sekitar dua kali dalam sebulan. Sambil menunggu lima kapal ternak lain untuk menambah armada pengangkutan sapi dari daerah ke Ibu Kota.

Namun hingga saat ini, belum ada lagi sapi asal NTT yang tiba di Jakarta, maupun dari daerah lainnya di Indonesia. Berhentinya operasi kapal ternak tersebut tak terlepas dari ketidakcocokan harga sapi antara yang diminta pemerintah dan yang diinginkan pengusaha sapi.

Direktur Utama Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) NTT Beni Subagiyo mengatakan sampai saat ini, pengusaha sapi dari NTT belum mau lagi menjual ternaknya ke pemerintah untuk diangkut di kapal ternak ke Jakarta. Hal itu terjadi karena adanya perbedaan harga antara yang dipatok pemerintah dan yang diminta para pengusaha.

Para pengusaha sapi NTT meminta agar harga sapi sebesar Rp 34.000 per kilogram (kg) timbang hidup di Karantina dan Rp 41.000-Rp 42.000 per kg timbang hidup sampai di Jakarta.

"Pertimbangan kami harga sapi di tingkat petani saja sudah sampai Rp 30.000 per kg," ujarnya kepada Kontan, Rabu (20/1/2016).

Sementara biaya angkutan dari petani ke karantina rata-rata Rp 2.000 - Rp 3.000 per kg. Dan Keuntungan yang didapatkan pedagang sekitar Rp 1.000 - Rp 2.000 per kg. Namun bila harga timbang di karantina di bawah Rp 34.000 dan di Jakarta di bawah Rp 41.000 maka pengusaha tidak mendapatkan untung.

Kendati begitu, pemerintah hanya mematok harga murah yakni sebesar Rp 31.000 - Rp 32.000 per kg di Karantina dan Rp 35.000 per kg sampai di Jakarta.

Dengan harga tawaran itu, pengusaha sapi memilih tidak menjual sapi ke pemerintah.

Akibatnya, sampai penghujung bulan Januari 2016 ini, kapal ternak yang sempat menjadi kebanggaan pemerintah belum lagi mengangkut sapi ke Jakarta. (Noverius Laoli)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber KONTAN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.