Kompas.com - 26/01/2016, 18:03 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (11/1/2016) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Perdagangan Thomas Lembong di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin (11/1/2016)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong menyoroti kebijakan terkait pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) untuk daging sapi beku.

Pajak tersebut sebelumnya sudah dibatalkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution beberapa hari lalu.

Menurut Thomas, masyarakat kini tengah dihadapkan pada kondisi yang cukup sulit, yakni harga daging sapi di pasaran yang berkisar hingga Rp 120.000 per kilogram.

Dengan adanya keputusan penambahan PPn tersebut, maka harga daging sapi akan semakin melonjak.

"Justru karena harga daging sapi setinggi langit, volume menciut, sehingga semua pedagang menjadi susah, tentu masyarakat menjadi susah. Ditambah lagi adanya PPn 10 persen, itu seperti menghina," ujar Thomas kepada wartawan di Hotel Borobudur, Selasa (26/1/2016).

Meskipun demikian, Thomas menyatakan dirinya tidak akan mempermasalahkan kebijakan pengenaan PPn yang direkomendasikan Kementerian Pertanian tersebut.

Terkait hal tersebut, ia mengatakan setiap perselisihan atau konflik akan diselesaikan dalam rapat terbatas atau sidang kabinet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal yang menjadi persoalan utama, menurut Lembong bukan pengenaan PPn 10 persen, namun terkait pasokan daging sapi di Indonesia saat ini yang masih minim.

Inilah yang menjadi pekerjaan inti dari berbagai masalah kenaikan harga daging sapi tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.