Darmin: Paska-Krisis 1998, Sektor Manufaktur RI Alami Kemunduran

Kompas.com - 27/01/2016, 13:23 WIB
Menko Perekonomian Darmin Nasution Indra AkuntonoMenko Perekonomian Darmin Nasution
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, sektor industri Indonesia saat ini tidak cukup kompetitif di pasar internasional. Indikasinya, peranan sektor industri manufaktur dalam pertumbuhan ekonomi atau penerimaan devisa tidak signifikan.

“Paska-krisis 1998-1999 memang sektor manufaktur kita mengalami kemunduran,” ucap Darmin dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Sebagai gantinya, ada sektor-sektor yang menghasilkan sumber daya alam, antara lain pertambangan dan perkebunan. Hasilnya, sektor-sektor penghasil sumber daya alam ini menjadi andalan ekspor RI. Tetapi, hal ini tidak berlangsung terus-menerus.

Siklus harga tinggi komoditas tidak berlangsung lama. Apalagi ditambah ketika perekonomian China sebagai konsumen komoditas terbesar dunia mengalami kontraksi.

Darmin dalam paparannya juga mengatakan, memang perekonomian selama Orde Baru hampir setiap tahun mengalami defisit neraca transaksi berjalan. Namun defisit neraca transaksi berjalan tidak pernah besar, hanya 0,6 sampai 0,7 persen dari produk domestik bruto (PDB).

“Nah setelah krisis (1998-1999) defisitnya besar, tahun 2002 bahkan sampai 2010, transaksi berjalan surplus akibat kenaikan sumber daya alam. Di pihak lain, pembangunan infrastruktur, maupun pembangunan industrinya belum muncul,” kata Darmin.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X