KCIC Minta Jaminan Kereta Cepat, Jonan Bergeming

Kompas.com - 01/02/2016, 22:45 WIB
Dubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno (dua kiri) melihat miniatur atau contoh kereta cepat milik China saat pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. TRIBUNNEWS/JEPRIMA JEPRIMADubes China untuk Indonesia, Xie Feng (kiri) bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno (dua kiri) melihat miniatur atau contoh kereta cepat milik China saat pembukaan pameran Kereta Cepat dari Tiongkok (China) di Senayan City (Sency), Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2015). Pemerintah Indonesia merencanakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan Pemerintah Tiongkok merupakan salah satu pihak yang menawarkan kerja sama dalam pembangunan kereta cepat tersebut. TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meminta jaminan pemerintah untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Namun, Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan bergeming. Ia menegaskan tidak akan memberikan jaminan apapun kepada proyek senilai 5,5 miliar dollar AS atau Rp 76,4 triliun itu (kurs 13.900).

"Sikap Menhub tetap. Tidak ada jaminan dalam bentuk apa pun," ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Selain itu, Hadi juga menuturkan bahwa Jonan hanya akan memberikan waktu konsesi proyek KA cepat selama 50 tahun. Waktu konsesi itu berlaku setelah ditandatangi.

"Bukan setelah kereta cepat beroperasi," kata Hadi.

Terakhir mengenai hak eksklusif jalur KA Cepat Jakarta-Bandung, Hadi mengatakan bahwa Menhub Jonan tidak memberikan hak itu untuk lintasan dan kawasan di sekitar proyek tersebut .

Sementara PT KCIC mengaku terus berupaya berbicara kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Saat ini, KCIC mengutamakan bahwa pembicaraan dengan Kemenhub berjalan baik.

"Yang dibicarakan macam-macam, tetapi progresnya positif," kata Direktur Utama PT KCIC saat dihubungi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X