Menkeu Masih Berat Kucuri Insentif Industri Hulu Migas

Kompas.com - 02/02/2016, 11:11 WIB
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro Icha RastikaMenteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan-perusahaan di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pekan lalu telah menyampaikan sejumlah usulan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai insentif yang dibutuhkan di tengah rendahnya harga minyak mentah dunia.

Sejumlah insentif tersebut diantaranya moratorium masa eksplorasi, perpanjangan masa eksplorasi tanpa pengurangan masa kontrak, penundaan setoran First Tranche Petroleum (FTP) dan Domestic Market Obligation (DMO) serta relaksasi fiskal lainnya.

Menanggapi usulan dari kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) itu, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan usulan yang bisa meringankan beban industri hulu, namun tidak mengganggu penerimaan negara.

"Nanti kita lihat lah. Tapi jangan juga penerimaan negara sampai berkurang terlalu banyak," kata Bambang kepada wartawan, di Jakarta Senin malam (1/2/2016).

Bambang lebih lanjut mengatakan, pihaknya akan mengupayakan cara-cara selain pemberian insentif yang bisa membantu industri hulu migas bertahan dari anjloknya harga minyak mentah.

"Yang penting kita upayakan investasi mereka tidak terlalu terganggu oleh hal-hal yang mengganggu seperti pajak yang enggak cocok atau lainnya," kata Bambang.

Dalam hal fiskal ini dia bilang, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan serta Direktur Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan.

Sekadar informasi, saat ini ada sejumlah KKKS yang masih bermasalah soal Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) eksplorasi. Nilai PBB yang disengketakan, yang saat ini masih terkendala di pengadilan pajak mencapai Rp 3,1 triliun.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X