Kompas.com - 03/02/2016, 17:15 WIB
Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu PrimusDirektur Pengadaan Perum Bulog Wahyu
EditorJosephus Primus

Cadangan

Kembali, Menteri Amran mengingatkan bahwa impor beras adalah kebijakan pemerintah menyediakan cadangan pangan bagi masyarakat. Karena berstatus cadangan, beras impor baru akan dimanfaatkan jika pasokan lokal mengalami kekurangan. "Itu kan seperti permainan sepak bola. Kalau pemain utama tidak bisa bermain, barulah pemain cadangan masuk bermain," kata Amran mengisyaratkan beras impor seperti takdir "pemain" cadangan.

Lebih lanjut, mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Angkatan Ramalan (ARAM)-II 2015 sebagaimana termaktub dalam catatan Suwandi tadi, produksi padi pada 2015 menyentuh angka 74,9 juta ton. Angka ini naik 5,85 persen ketimbang capaian 2014.

Sementara, menyambut panen tahun ini, Amran mengaku optimistis hasilnya bisa melebihi 2015. Pada Maret 2016, ujarnya, akan ada panen di luasan 2,5 juta hektar. Panenan di luasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan gabah hingga 13 juta ton.

Terkini, pada Jumat (5/2/2016), menurut data Kementan, Menteri Pertanian akan melakukan panen padi di lahan seluas 5.000 hektar. Lahan seluas itu berada di Kabupaten Deli Serdang.

Catatan dari Direktur Pengadaan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Wahyu yang ikut hadir dalam acara panen di Kabupaten Malang tersebut menunjukkan saat ini ada stok beras di gudang-gudang pihaknya hingga 1,5 juta ton. Dari jumlah itu, satu juta ton adalah beras impor. Sementara, sisanya adalah stok beras lokal.  "Yang beras impor memang belum dipakai, masih disimpan," kata dia.

Wahyu, lebih lanjut mengatakan pihaknya menyambut baik upaya pemerintah melakukan penguatan Bulog sebagai stabilisator stok beras. "Kalau stok lokal bisa mencukupi, memang tidak perlu impor," demikian Wahyu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X