Kementerian ESDM Pertanyakan Alasan Ahok Ingin Hapus Premium di Jakarta

Kompas.com - 03/02/2016, 17:57 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wiratmaja Puja menyatakan, pihaknya akan berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan PT Pertamina (Persero) soal penghapusan Premium di wilayah distribusi DKI Jakarta.

Menurut Wiratmaja, usulan tersebut perlu dikaji secara detail, terkait dampak positif dan negatif yang ditimbulkan, termasuk soal dampak turunan. Terlebih lagi, banyak angkutan umum yang masih mengonsumsi bahan bakar minyak (BBM) RON 88 tersebut.

"Secara teknis mungkin saja, tetapi kan variasi pilihan masyarakat jadi berkurang. Kita lihat alasan Pemprov apa?" kata Wiratmaja saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, Premium sudah dikeluarkan dari kategori jenis BBM bersubsidi. Karenanya, ada tidaknya Premium di Jakarta tidak akan berpengaruh terhadap besar-kecilnya subsidi BBM, meskipun Jabodetabek merupakan wilayah dengan konsumsi Premium terbesar di Indonesia.

Di sisi lain, Wiratmaja mengingatkan, lantaran Premium saat ini banyak dikonsumsi oleh angkutan umum, penghapusannya di wilayah DKI Jakarta harus dibarengi dengan penyediaan BBM pengganti.

"Itu juga salah satu yang dipertimbangkan. Angkutan umum kan menggunakan Premium. Kalau tidak ada, nanti bagaimana menggantikannya," kata Wiratmaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Kementerian PUPR: 1.400 Hektar Lahan di IKN Nusantara Diminati Banyak Investor

Whats New
Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Di Depan Jokowi, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI dalam Tren Pemulihan Berkat Kerja Keras APBN

Whats New
Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Saham Teknologi Lagi-lagi Rontok, IHSG Sesi I Ditutup Melemah

Whats New
Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Minta Pemerintah Tak Impor Beras, Jabar dan Jatim: Siap Pasok ke Bulog

Whats New
Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Hadapi Potensi Resesi 2023, Zurich Yakin Industri Asuransi Tetap Tumbuh

Whats New
Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Minat Jadi Agen Mandiri? Simak Persyaratan dan Cara Daftarnya

Whats New
Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Kala Buruh dan Pengusah Kompak Tolak Kenaikan Upah Minimum 2023

Whats New
Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Strategi IndiHome Genjot Kinerja Perusahaan

Whats New
Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Vale Bangun Industri Nikel dengan Dana Rp 131 Triliun

Whats New
Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Inflasi November 2022 Capai 5,42 Persen, Sektor Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Whats New
Biaya Pembangunan IKN Nusantara, Menteri PUPR: APBN hanya 20 Persen, Selebihnya dari Investasi

Biaya Pembangunan IKN Nusantara, Menteri PUPR: APBN hanya 20 Persen, Selebihnya dari Investasi

Whats New
KB Financial Kembali Suntik Modal ke Bukopin lewat Rights Issue

KB Financial Kembali Suntik Modal ke Bukopin lewat Rights Issue

Whats New
Plus Minus KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat, Pilih Mana?

Plus Minus KA Argo Parahyangan Vs Kereta Cepat, Pilih Mana?

Whats New
Waspadai Penguatan Dollar AS, Ini Strategi BI Stabilkan Rupiah

Waspadai Penguatan Dollar AS, Ini Strategi BI Stabilkan Rupiah

Whats New
'Ramalan' BI soal Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun Depan

"Ramalan" BI soal Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Tahun Depan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.