Serikat Buruh: Naikkan Upah Buruh agar Daya Beli Meningkat

Kompas.com - 04/02/2016, 19:18 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. KOMPAS.com/ADYSTA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Ikbal meminta pemerintah segera mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. PP No 78 itu ditengarai sebagai penyebab PHK besar-besaran beberapa waktu lalu.

"PP tersebut menekan upah buruh. Padahal upah berkorelasi dengan daya beli masyarakat yang sangat penting untuk keberlangsungan industri," ujar Ikbal di Jakarta, Kamis (4/2/2016). PP 78 tahun 2015 mengatur standar upah buruh.

Ikbal mengatakan, keberlangsungan industri dan pabrik, khususnya elektronik dan otomotif di Indonesia bergantung pada daya beli masyarakat. Sebagai contoh, kesulitan yang dialami Toshiba dan Panasonic adalah karena turunnya konsumsi masyarakat terhadap produk-produk kedua perusahaan tersebut.

"Karena daya beli masyarakat yang rendah, TV Toshiba jadi kurang laku, mesin cucinya juga. Lampu panasonik kurang laku, akhirnya banyak perusahaan tutup yang berarti PHK," ujar dia.

Maka, Ikbal meminta pemerintah segera mencabut PP tersebut dan menaikan standar minimal upah buruh. "Kami hanya ingin kenaikan dari 60 khl (kebutuhan hidup layak) menjadi 84 khl. Harapan upah menjadi layak dan daya beli naik. Kalau daya beli naik, konsumsi naik. Ekonomi dan industri juga naik. Tidak ada PHK," lanjut Ikbal.

Selain itu, dengan menaikan gaji buruh menjadi 84 khl, pertumbuhan ekonomi pun bisa didongkrak. Menurut Ikbal, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini disumbang oleh sektor konsumsi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 lalu yang melambat mencapai angka 4,7 disebabkan oleh menurunnya konsumsi masyarakat.

"Konsumsi tahun itu menyumbang 48 hingga 50 persen. Sedangkan, pada pemerintahan SBY saat konsumsi menyumbang 62 persen, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,2 persen. Tahun itu gajih buruh meningkat sekitar 40 persen," papar Ikbal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Panasonic dan PT Toshiba berencana untuk menutup pabriknya yang berlokasi di beberpa tempat di Indonesia. Untuk Panasonic, rencananya akan menutup pabrik yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat, dan Pasuruan, Jawa Timur.

Sedangkan untuk PT Toshiba Indonesia berencana untuk menutup pabriknya yang berlokasi di Cikarang. Penutupan pabrik-pabrik tersebut berpotensi untuk membuat sekitar 2.500 pekerja akan di-PHK.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Rilis
Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Whats New
Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Whats New
RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

Whats New
Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Whats New
Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Whats New
Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Whats New
Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Whats New
Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X