Pemerintah Sebenarnya Bisa Cegah PHK oleh Panasonic dan Toshiba

Kompas.com - 04/02/2016, 19:40 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal KOMPAS.COM/FIANPresiden KSPI Said Iqbal
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Ikbal menyayangkan pemerintah yang tidak cepat tanggap untuk menangani penutupan pabrik perusahaan Toshiba dan Panasonic di beberapa daerah di Indonesia.

"Kita menyayangkan penutupan perusahaan tanpa ada usaha atau upaya di awal dari pihak pengusaha dan pemerintah," ujar Ikbal di Jakarta, Kamis (4/2/2016).

Padahal, sebelum menutup pabriknya, pemerintah bisa meminta Panasonic dan Toshiba mengambil beberapa upaya terlebih dahulu. Misalnya, pihak perusahaan bisa melakukan pengurangan jam kerja dan shift kerja. Menurut Ikbal, pengurangan jam kerja dari 5 hari menjadi 3 hari bisa mengurangi berbagai biaya.

"Biaya tenaga kerja bisa berkurang, biaya transportasi berkurang. Kalau masih kurang, kan bisa merumahkan sebagian karyawan. Jadi tidak langsung tutup," ujar Ikbal.

Walaupun begitu, Ikbal mengapresiasi tindakan Panasonic dan Toshiba yang memberikan pesangon di atas ketentuan normatif. PT. Panasonic memberikan pesangon pada karyawannya yang di-PHK lebih besar 4 kali dari jumlah yang ditetapkan undang-undang.

"Tapi kedepannya, bukan persoalan nilai pesangon. Bagi kami yang lebih penting adalah Job sekuriti, keberlangsungan pekerjaan," pungkas Ikbal. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.