Dirut Bank Ini Pernah Menjual Celana "Door to Door"

Kompas.com - 05/02/2016, 16:47 WIB
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi saat ditemui di Gedung Bukopin, Jakarta, Selasa (2/2/2016). KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMODirektur Utama PT Bank Bukopin Tbk, Glen Glenardi saat ditemui di Gedung Bukopin, Jakarta, Selasa (2/2/2016).
|
EditorErlangga Djumena
KOMPAS.com - Bagi Glen Glenardi, jalan hidup adalah kuasa Tuhan. Selain itu, Glen juga memgang teguh bahwa bekerja dengan ikhlas merupakan hal utama, yang membuatnya bisa mencapai pencapaian tertinggi dalam kariernya, yakni menjadi Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk.

Sejak masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan manajemen di Universitas Jayabaya, Glen sudah mulai mencoba untuk bekerja. Beragam pekerjaan sudah digelutinya, namun masih berupa pekerjaan paruh waktu alias part time.

"Saya pernah di real estate dan sales juga. Saya memang dari mahasiswa itu sudah mulai jualan," kata Glen ketika berbincang dengan Kompas.com di ruang kerjanya, Selasa (2/2/2016) lalu.

Ada satu pengalaman hidup yang menurutnya cukup pahit, namun membuatnya memetik pelajaran yang besar untuk mengarungi hidup.

Saat ia masih menjadi mahasiswa, Glen pernah menjadi penjual celana. Setiap hari ia berkeliling dari satu kantor ke kantor lainnya membawa celana yang dijualnya.

Ketika itu, ia menjajakan celana dagangannya di kawasan jalan MH Thamrin. Jakarta. Glen mengenang, kala itu kawasan Thamrin belum ramai dipenuhi gedung perkantoran seperti saat ini. Otomatis, ia pun harus bekerja ekstra keras agar celana dagangannya laris.

"Saya pernah door to door jualan celana eks impor. Saya ketok-ketok kantor, jualan di Thamrin masih sepi. Gedung Jaya pernah saya masuki tuh. Ketok-ketok, diusir-usir," kenang Glen.

Tak hanya berdagang celana, Glen mengaku juga pernah berdagang pakaian yang dikulaknya di kawasan Pasar Uler. Ia mengenang, setiap hari ia menggendong tas besar berisi pakaian. Namun, diakuinya ketika itu ia senang-senang saja menjalani hidup.

Akhirnya, pengalaman yang pernah dialaminya ketika masih menjadi mahasiswa mengajarkan Glen sebuah pesan, yakni pekerjaan harus dinikmati. Selain itu, ia pun belajar untuk ikhas dan memandang pekerjaan sebagai sebuah ibadah.

"Keyakinan saya itu kerja adalah ibadah. Kalau ibadah itu kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas. Kerja ikhlas bagi saya bukan sukses atau tidak, karena itu Tuhan yang atur. Yang penting lapangnya. Kita harus terima apapun yang kita hadapi, jangan lari dari kenyataan," ujar Glen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X