Pertumbuhan Ekonomi 2015 Terendah dalam Enam Tahun Terakhir

Kompas.com - 07/02/2016, 18:28 WIB
Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati (kanan) bersama Guru Besar FEM IPB, Rina Oktaviani membuka acara diskusi bulanan Indef bertajuk Stefanno Reinard SulaimanEkonom Institute for Development of Economic and Finance (Indef), Enny Sri Hartati (kanan) bersama Guru Besar FEM IPB, Rina Oktaviani membuka acara diskusi bulanan Indef bertajuk "Menguraikan dan Menjinakkan Kartel Ekonomi" di Kantornya, Jakarta, Kamis (26/3/2015).
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartalan memang cenderung meningkat, dari 4,73 persen pada triwulan III 2015 menjadi 5,04 persen pada triwulan IV 2015.

Artinya terjadi percepatan geliat ekonomi pada triwulan IV 2015 dibandingkan triwulan-triwulan sebelumnya. 

Namun, jika dilihat secara tahunan, pertumbuhan  ekonomi Indonesia terus melambat.

Mengacu catatan Badan Pusat Statistik (BPS),  pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 sebesar 4,79 persen merupakan yang terendah enam tahun terakhir.

BPS Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 - 2015

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, perlambatan ekonomi sebenarnya tidak hanya dialami Indonesia.

Lesunya perekonomian global pada beberapa tahun terakhir membuat pertumbuhan ekonomi banyak negara melambat.

“Cuma, pertumbuhan ekonomi Indonesia terlalu jauh di bawah potensinya. Harusnya bisa di kisaran 5 persen,” kata Enny kepada kompas.com, Minggu (7/2/2016).

Enny mengatakan, penyebab utama perlambatan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 adalah anjloknya konsumsi rumah tangga.

Sepanjang 2015, konsumsi rumah tangga hanya mampu tumbuh 4,96 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibanding dua tahun sebelumnya, yang mencapai 5,43 di tahun 2013 dan 5,16 pada tahun 2014.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kebijakan Impor Bawang Belum Temui Titik Terang

Rilis
Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Lawan Corona, Ralph Lauren Bakal Produksi Masker dan APD

Whats New
Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Masih Bingung Membedakan Investor dan Trader Saham? Simak Ini

Spend Smart
Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Mau Dapat Keringanan Cicilan Kredit Bank atau Leasing? Begini Prosedurnya

Work Smart
Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara  Soetta

Per 1 April, AP II Batasi Operasional Terminal 1 dan 2 Bandara Soetta

Whats New
3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

3 Cara Bikin Deposito Jadi Investasi Masa Depan yang Manis

Spend Smart
[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

[POPULER MONEY SEPEKAN] Pelanggan PLN Diminta Kirim Foto Meteran | Rupiah Terlemah di Asia

Whats New
Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Cegah Persebaran Corona, Kemenhub Batasi Pengerjaan Proyek Kereta Api

Whats New
Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Physical Distancing, Taspen Bayar Uang Pensiunan Melalui ATM

Whats New
Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Pandemi Corona, Kementan Pastikan Ketersediaan Pangan Terjaga

Whats New
Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Lawan Corona, Dirut AP I: Saat ini Kami All Out, Masalah Keuntungan Nomor 2

Whats New
Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Ini Langkah PGN untuk Menanggulangi Penyebaran Virus Corona

Whats New
Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Kementan Gencarkan Program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier

Whats New
Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Alokasikan 1 Juta Dollar AS, Wilmar Juga Ubah Pabriknya untuk Buat Hand Sanitizer

Whats New
Wabah Corona, Sudah 18.300 Penerbangan di 15 Bandara Batal

Wabah Corona, Sudah 18.300 Penerbangan di 15 Bandara Batal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X