BKPM: Tidak Semua Pabrik Panasonic di Indonesia Tutup

Kompas.com - 09/02/2016, 15:42 WIB
Kantor BKPM Jakarta ptsp.bkpm.go.idKantor BKPM Jakarta
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan tidak semua pabrik perusahaan elektronik Panasonic menutup operasional pabrik dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

BKPM menilai, jumlah karyawan yang terkena gelombang PHK tidak sebesar yang diberitakan selama ini.

"Panasonic punya puluhan perusahaan di Indonesia. Yang tutup hanya industri lampu. Yang 10 lainnya tidak apa-apa," kata Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis di Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Azhar menjelaskan, pabrik lampu Panasonic di Pasuruan dan Cikarang akan dipindahkan dan disatukan ke Bogor. Sehingga, ini menjadi alasan pabrik di kedua kota tersebut ditutup.

"Toshiba juga ada 4 perusahaan yang biasa-biasa saja. Consumer product seperti televisi itu sedang kesusahan di Timur Tengah," jelas Azhar.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM Franky Sibarani menyatakan, pihaknya sudah menerima klarifikasi dari kedua perusahaan tersebut terkait penutupan pabrik dan PHK karyawan.

Berdasarkan klarifikasi yang diterima, jumlah karyawan yang terkena PHK tidak mencapai ribuan seperti yang dilaporkan sebelumnya.

"Info yang saya terima Panasonic ada 425 (karyawan yang terkena PHK) dan Toshiba 360. Tidak sebesar yang muncul di media," ungkap Franky.

Selain itu, kata Franky, BKPM juga sudah menerima klarifikasi dari pihak Yamaha dan Honda terkait isu PHK karyawan. Menurut dia, kedua perusahaan tersebut telah mengklarifikasi tidak ada PHK terhadap karyawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X