Freeport Diperbolehkan Ekspor Konsentrat Meskipun Belum Bayar Uang Jaminan Smelter

Kompas.com - 09/02/2016, 21:04 WIB
PT Freeport Indonesia KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOPT Freeport Indonesia
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) tetap mengeluarkan izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport Indonesia.

Padahal, perusahaan tambang terbesar di Indonesia itu belum menyetorkan uang jaminan pembangunan smelter sebesar 530 juta dollar AS. (Baca : Freeport bisa ekspor konsentrat lagi kalau bayar 530 juta dollar AS)

"Freeport sudah diberi izin ekspor," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Selasa (7/2/2016). 

Menurut Bambang, izin ekspor konsentrat dikeluarkan lantaran Freeport telah sepakat membayar bea keluar ekspor konsentrat sebesar 5 persen.

Izin ekspor konsentrat itu berlaku untuk enam bulan ke depan dengan kuota 1 juta ton. 

Meski sudah mengeluarkan surat izin ekspor, Bambang mengaku akan terus membahas setoran uang jaminan pembangunan smelter dengan Freeport. 

"Sebenarnya keharusan uang jaminan 530 juta dollar AS enggak ada di aturan. Itu usaha pemerintah untuk mendorong Freeport membangun smelter," kata Bambang.

Freeport belum menyetor uang jaminan sebesar 530 juta dollar AS karena kesulitan finansial.

Alasan ini sempat dipertanyakan sejumlah Anggota Komisi VII DPR RI karena Freeport sudah puluhan tahun menambang sumber daya alam di Papua. (Baca : Bupati Mimika kecam Freeport karena tak mau bangun smelter di Papua)

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X