Lelang Obat Dibatalkan, PHK di Industri Farmasi Dikhawatirkan Lebih Besar

Kompas.com - 10/02/2016, 10:53 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri farmasi diyakini bisa lebih besar. Hal itu menyusul dibatalkannya lelang obat untuk e-catalog jaminan kesehatan nasional oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP).

"Akibatnya luas bisa saja ini PHK bukan lagi ratusan (orang) tapi jadi gelombang," ujar Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Dorodjatun Sanusi kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (7/2/2016) malam.

Ia mengaku heran karena LKPP tidak memberikan penjelasan secara jelas mengenai pembatalan lelang obat itu. LKPP hanya mengatakan bahwa pembatalan lelang diakibatkan masalah interen.

Menurut Dorojatun, pembatalan lelang obat ini menjadi krusial karena 40 perusahaan yang sudah diumumkan menang lelang sudah menyiapkan bahan baku dan kemasan untuk produksi.

Ia menuturkan total obat hasil dari lelang itu sendiri mencapai 350 produk dan nilainya mencapai Rp 2 triliun. "Dampaknya kerugian finansialnya besar. Kita belum tahu solusinya," kata dia.

Berdasarkan data Konfederesi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), ratusan karyawan di industri farmasi sudah di PHK. Perusahaan itu diantaranya yakni PT Novartis sebanyak 100 orang dan PT Sandoz 200 orang.

Kepala LKPP Agus Prabowo mengatakan sudah memanggil semua yang terkait dengan lelang itu. Ia mengakui ada kesalahan prosedur di internal LKPP yang membuat lelang itu dibatalkan namun membantah kalau lelang tersebut sudah ada nilainya.

Ia mengaku ada pihak-pihak yang merasa kecewa dengan keputusan LKPP itu. "Tentu ada yang kecewa," kata Agus saat dihubungi dari Jakarta.

baca juga: Gelombang PHK Hantam Industri Farmasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Apa yang Dimaksud dengan Startup?

Whats New
Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Apa Saja yang Termasuk UMKM?

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

[KURASI KOMPASIANA] Screen Time: Positif atau Negatif untuk Anak? | 4 Kiat Hadapi Kecanduan Gawai pada Anak Usia Dini | Jangan Ada Gawai di Antara Kita

Rilis
10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

10 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Aset Kripto

Spend Smart
Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Peringati Hari Perawat Sedunia, Waketum Kadin: Jasamu Sungguh Besar

Whats New
Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Kontrol Arus Balik Lebaran, Ini Titik Penyekatan dan Rapid Test Antigen Acak

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

[KURASI KOMPASIANA] Cicipi 3 Hidangan Lebaran Anti-Mainstream dari Berbagai Daerah Nusantara

Rilis
Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Larangan Mudik Lebaran, Staycation Sepi Peminat

Whats New
Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Meski Ada Larangan Mudik, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7 Persen di Kuartal II-2021

Whats New
Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Buruh Sindir Pemerintah Soal Masuknya TKA saat Lebaran: Hilang Kegarangan Para Pejabat

Rilis
Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Bantu Peternak Layer di Blitar dan Kendal, Kementan Fasilitasi Biaya Distribusi Jagung

Rilis
Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Pemudik di 2 Pelabuhan ini Wajib Rapid Test Antigen

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

[POPULER DI KOMPASIANA] Tren Hampers Lebaran | Resep Opor Ayam dan Rendang Daging Sapi | Hidangan Kue Lebaran

Rilis
Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Jakarta Dinobatkan Kota Paling Terdampak Bahaya Lingkungan, Ini Saran Susi Pudjiastuti

Whats New
Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Realisasikan Janji Presiden Jokowi, Kementan Salurkan Bantuan Hand Tractor ke Sumba Tengah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X