Kompas.com - 14/02/2016, 16:42 WIB
Salah satu agen Laku Pandai di Cirebon, Sabtu (14/2/2016) KOMPAS.com / Sakina Rakhma Diah S.Salah satu agen Laku Pandai di Cirebon, Sabtu (14/2/2016)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
CIREBON, KOMPAS.com - Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) merupakan perpanjangan tangan bank dalam menjangkau nasabah di berbagai pelosok daerah.

Namun, kehadiran agen laku pandai dianggap akan menyaingi bisnis Bank Perkredritan Rakyat (BPR) yang sudah ada terlebih dulu.

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon Muhammad Lutfi menyatakan, saat ini setidaknya ada 4 (empat) bank yang telah memiliki agen laku pandai di Cirebon. Akan tetapi, sejauh ini ia memandang keberadaan agen laku pandai tidak menyingkirkan bisnis BPR.

"Sejauh ini tidak ada BPR yang mengeluhkan kehadiran Laku Pandai," kata Lutfi di Balai Desa Karang Mulya, Plumbon, Cirebon, Minggu (14/2/2016).

Lutfi memandang ada perbedaan mendasar antara agen Laku Pandai dengan BPR. Ia memberi contoh, nasabah Laku Pandai tidak dibatasi minimal setoran tabungan, sementara nasabah BPR dikenakan aturan minimal setoran tabungannya, yakni sebesar Rp 10.000.

"Agen mengambil uang recehan, Rp 1.000 sampai Rp 2.000 bisa. Kalau ke BPR minimal Rp 10.000, selain itu nasabah juga harus jalan ke bank," terang Lutfi.

Sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Maret 2015 hingga September 2015 lalu, keempat bank yang telah menerapkan program Laku Pandai telah memiliki kurang lebih 30.000 agen.

Adapun jumlah rekening tercatat sebanyak 1.055.176 dan saldo mencapai Rp 45,6 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X