Program Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan Nunukan Diuji Coba Hari Ini

Kompas.com - 15/02/2016, 16:19 WIB
PersiapanProgram Pelayanan Terpadu Sentra Poros  Perbatasan di Kabupaten Nunukan yang akan memberikan pelayanan dokumen kapada TKI yang bermasalah dengan dokumen.   KOMPAS.com/SUKOCOPersiapanProgram Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan di Kabupaten Nunukan yang akan memberikan pelayanan dokumen kapada TKI yang bermasalah dengan dokumen.
|
EditorM Fajar Marta
NUNUKAN, KOMPAS.com - Program Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akan diujicoba pelaksanaannya hari ini.

Program tersebut bertujuan memberikan kemudahan pelayanan dokumen kepada pekerja migran dan Buruh Migran Indonesia yang bermasalah dengan dokumen di Negara Bagian Sabah Malaysia.

Harapannya, program ini mampu menekan angka buruh migran ilegal yang selama ini cukup tinggi.

Kepala Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan I Gede Surya Mataram mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Dua peralatan pihak imigrasi yang disiapkan di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, akan mampu mencetak pasport dalam waktu 10 menit.

Namun krisis listrik yang terjadi di Nunukan akhir akhir ini menjadi kekhawatiran pihak imigrasi.

"Hari ini kita ujicobakan. Kalau peralatan, semua sudah siap. Tetapi kalau listrik mati, semua sistem tidak jalan. Kita tidak bisa cetak pasport," ujarnya Senin (15/02/2016) di Nunukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala BP3TKI Kabupaten Nunukan Edy Sujarwo mengatakan, hari ini rencananya akan dilakukan ujicoba systen pelayanan kepada buruh migran yang bekerja di Malaysia.

"Ada 40 TKI dari perusahaan perkebunan di Malaysia yang akan mendapat pelayanan dokumen," Ujarnya.

Sementara, Direktur Pengaduan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Muhammad Syafrie memastikan Mentri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly akan meresmikan Program Pelayanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan di Kabupaten Nunukan.




25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X