Kompas.com - 19/02/2016, 13:35 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah (AAGN) Puspayoga mengatakan pelaku UKM tak perlu takut di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) seperti sekarang ini. Pasalnya, kata Puspayoga di Solo pada Kamis (18/2/2016), ME bukanlah perdagangan bebas. MEA justru bertujuan memperkuat ekonomi negara-negara satu kawasan. "Intinya apa yang disampaikan bapak presiden bahwa MEA itu adalah bagian dari Masyarakat ASEAN yang tujuannya meningkatkan masyarakat ekonomi di ASEAN itu kuat. Jadi kita tidak perlu takut," ujar Menkop Puspayoga.

Menghadapi MEA, imbuh Puspayoga, UKM dituntut meningkatkan kualitas produknya dan SDM pelaku usahanya. Tujuannya agar UKM bisa bersaing dengan mengutamakan prinsip saling ketergantungan di antara negara-negara ASEAN. "Karena pada dasarnya semua negara yang ada di ASEAN itu punya kelebihan dan punya kekurangan," kata Puspayoga.

Menkop Puspayoga mengatakan kelebihan masing-masing negara inilah yang bisa saling dibagikan dengan negara lain. Begitu, satu negara mengalami kekurangan bisa minta bantuan negara lain. Sehingga diharapkan perlu sinergitas antara negara-negara ASEAN ini supaya mampu menciptakan ekonomi kawasan yang kuat. "Sekali lagi MEA ini bukan perdagangan bebas, beda dengan TPP, beda dengan perdagangan bebas lain. Jadi memang ini bisa kuat kita bisa menghadapi perdagangan bebas dengan negara-negara lain," tuturnya.

Demi makin membaiknya kualitas produk UKM Indonesia, kata Puspayoga, pemerintah telah mendirikan badan standardisasi nasional dan memasukkan delapan bidang, termasuk sertifikasi profesi yang direkomendasikan MEA, di antaranya arsitek, insinyur, dokter gigi, dan perawat. "Belum semua, masih ada lagi, baru delapan bagian. Artinya kita sudah harus bisa meningkatkan sertifikai itu supaya bisa bersaing juga dalam hal mutu, dengan negara negara ASEAN," lanjut dia.

Agenda kunjungan kerja Menkop AAGN Puspayoga ke Solo adalah menyosialisasi percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2016 dan pengembangan kewirausahaan serta akan meninjau BRI, salah satu bank pelaksana penyalur KUR. Dalam kunjungan ini Menkop didampingi Deputi bidang Pembiayaan, Braman Setyo serta Deputi bidang Restrukturisasi Usaha Yuana Sutyowati. Sedangkan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Pemimpin Wilayah BRI Jogjakarta Widodo Januarso menyambut kedatangan Menkop dan rombongan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.