Kompas.com - 23/02/2016, 16:42 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham ThinkstockIlustrasi pergerakan harga saham
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (23/02/2016) mengalami tekanan akibat berlanjutnya tekanan pelemahan pada sejumlah saham perbankan.

Tekanan pada saham perbankan merupakan akibat dari rangkaian aksi jual yang dipicu oleh adanya rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan membatasi bunga bersih (NIM) hingga 4%.

Aksi jual terhadap saham BBRI, BBNI, BBTN, BBMRI, diikuti pula dengan melorotnya harga sejumlah saham emiten berkapitalisasi besar seperti UNTR, ASII, HMSP.

Akibatnya, 9 dari 10 sektor pendukung bursa berakhir pada zona negatif.

Sepanjang sesi perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam rentang 4,628.91-4,722.38 dengan volume transaksi tercatat mencapai 45.77 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 5,65 triliun diseluruh papan perdagangan.

"Diperdagangkan pada titik 14.25 oversold stochastic, seyogyanya IHSG memiliki peluang untuk melakukan pergerakan positif untuk kembali menguji kekuatan resistensi 4,720-4,725," kata T. Heldy Arifien, Senior Technical Analyst KDB Daewoo Securities Indonesia, melalui rilis analisis teknikal ke KOMPAS.com.

Namun demikian, sebaiknya waspadai tendensi bearish signal pada MA(5,20), mengindikasikan tekanan pelemahan.

"Tekanan pelemahan ini masih akan membayangi pergerakan IHSG Rabu besok. Kami perkirakan IHSG akan mencoba bergerak bervariasi hingga negatif, dalam rentang 4,595-4,720," lanjut dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X