Kompas.com - 24/02/2016, 06:16 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika
NEW YORK, KOMPAS.com - Saham di Wall Street kembali terpeleset pada penutupan perdagangan Selasa (23/02/2016), atau Rabu dini hari (WIB), akibat tertekannya harga minyak yang memotong peluang pasar untuk rebound.

Semua indeks utama di Amerika Serikat (AS) ditutup turun lebih dari 1 persen. Sementara harga minyak CLc1 LCOc1 turun lebih dari 4 persen, seiring kebijakan Menteri Perminyakan Saudi Ali Naimi yang belum akan menunda penahanan produksi minyak Saudi.

Pasar ekuitas tahun ini sangat bergantung pada fluktuasi harga minyak. Akibatnya, harga saham di SPNY turun 3,2 persen di Selasa, yang merupakan penurunan terdalam indeks sektoral di indeks S&P.

"Pasar sangat khawatir jika kehilangan sesuatu disini, bahwa perlambatan global lebih signifikan dari pada yang kami ketahui dan perlambatan itu bisa menyebabkan harga minyak turun, juga harga komoditas lain," kata Tracie McMillion, Kepala Alokasi Aset di Wells Fargo Private Bank di Winston-Salem, Carolina Utara, AS.

Indeks Dow Jones Industrial DJI turun 188,88 poin atau 1,14 persen ke level 16.431,78.

Indeks S&P 500 SPX turun 23,23 poin atau 1,25 persen ke 1.921,27. Sembilan dari 10 sektor penopang indeks S&P 500 berakhir negatif.

Indeks Nasdaq Composite IXIC turun 67,02 poin atau 1,47 persen ke level 4.503,58.

Sebagai pertanda memburuknya perekonomian akibat rendahnya harga minyak, JP Morgan, bank terbesar di AS berdasarkan aset, akan menaikkan provisi untuk pinjaman energi yang diperkirakan merugi sebesar 500 juta dollar AS.

Jumlah tersebut lebih dari 60 persen dari dana cadangannya. Dengan strategi itu, saham JP Morgan turun 4,2 persen di perdagangan Selasa.

Indeks saham keuangan di S&P, SPSY, merupakan indeks paling buruk kinerjanya sepanjang tahun ini. Pada perdagangan saham Selasa, indeks ini turun 1,8 persen.

"Memberikan pasar sedikit keuntungan bukanlah hal yang mengejutkan. Kami percaya ini hanyalah upaya pasar untuk kembali. Kami sudah memberi tahu klien bahwa saat ini pasar sedang dalam proses menentukan harga terendah (sebelum rebound)," kata John Traynor, kepala investasi di People’s United Wealth Management di Bridgeport, Connecticut, AS.

Pada perdagangan saham di Selasa ini, sebanyak 7,1 miliar saham diperdagangkan. Jumlah ini 9 miliar lebih rendah dibanding rata-rata transaksi harian dalam 20 perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.