Wapres Minta Investor Tak Khawatir Kondisi Politik

Kompas.com - 25/02/2016, 11:52 WIB
Wapres Jusuf Kalla (tengah) selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar bersama dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie menggelar jumpa pers seusai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016). Pertemuan itu untuk membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK Menkumham yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil. TRIBUNNEWS/HERUDINWapres Jusuf Kalla (tengah) selaku Ketua Tim Transisi Partai Golkar bersama dua petinggi Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Aburizal Bakrie menggelar jumpa pers seusai melakukan pertemuan tertutup di Rumah Dinas Wapres, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2016). Pertemuan itu untuk membahas rencana musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) guna menindaklanjuti SK Menkumham yang memperpanjang SK Munas Riau dengan komposisi kepengurusan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Agung Laksono sebagai wakil.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta investor tak perlu khawatir dengan kondisi politik di Indoneisa.

Sebab tutur Kalla, politik di Indonesia tidak ada yang hitam dan putih.

"Saya katakan tidak perlu khawatir. Di indonesia tidak ada pihak yang benar-benar hitam dan putih. Semua bisa dikomunikasikan," kata Kalla diacara The Economist Events Indonesia Summit, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Ia melanjutkan, lantaran semua persolan politik bisa diselesaikan dengan baik, maka tak akan ada dampak kepada kondisi ekonomi Indonesia.

"Kami (pemerintah) bisa mengendalikan ini (persolan politik)," kata Wapres.

Dalam acara itu, Kalla banyak menjelaskan terkait berbagai upaya pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang baik.

Diantaranya deregulasi ekonomi yang masuk ke dalam paket kebijakan yang dikeluarkan secara berkala oleh pemerintah.

Selain itu, pemerintah sedang berupaya menurukan suku bunga mejadi single digit. Dengan begitu ia berharap dunia usaha bisa semakin menggeliat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X