Kompas.com - 01/03/2016, 11:38 WIB
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen di Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,09 persen.

Dengan demikian, inflasi tahun kalender 2016 sebesar 0,42 persen. Sementara itu inflasi tahun ke tahun mencapai 4,42 persen.

“Komponen energi pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 2,04 persen. Ini termasuk harga yang diatur pemerintah tadi,” kata Kepala BPS Suryamin dalam paparannya di Jakarta, Selasa (1/3/2016).

Adapun inflasi komponen inti Februari 2016 sebesar 0,31 persen. Dengan demikian inflasi komponen inti tahun ke tahun mencapai sebesar 3,59 persen.

Suryamin menuturkan, pada Januari 2016 inflasi komponen inti tahun ke tahun sebesar 3,62 persen. “Berarti infasi komponen inti ada pengendalian yang sangat baik,” kata Suryamin.

Pada Februari 2016, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,76 persen. Hal ini dikarenakan penurunan tarif dasar listrik (TDL) pada bulan sebelumnya.

Adapun komponen harga yang bergejolak pada Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 0,68 persen. Akan tetapi, inflasi komponen bergejolak tahun ke tahun masih sangat tinggi mencapai 7,87 persen.

“Komponen energi pada bulan Februari 2016 mengalami deflasi sebesar 2,04 persen. Ini termasuk harga yang diatur pemerintah tadi,” kata Suryamin.

Dari 82 kota untuk indeks harga konsumen yang diamati, sebanyak 52 kota mengalami deflasi, sedangkan 30 kota mengalami inflasi.

Suryamin mengatakan, deflasi tertinggi terjadi di Merauke sebesar 2,95 persen dan deflasi terendah terjadi di Sibolga, Bogor, Sumenep dan Makassar sebesar 0,02 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,02 persen.

Suryamin menambahkan, deflasi Febuari 2016 yang sebesar 0,09 persen ini merupakan deflasi kedua yang terjadi sejak 2010.

Sebelumnya, pada Februari 2015 lalu, indeks harga konsumen juga mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Artinya pada Februari 2016 ini harga cukup terkendali.

Suryamin memaparkan, kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,58 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,63 persen, dan kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar mengalami deflasi 0,45 persen.

Kelompok sandang mengalami inflasi 0,64 persen. Kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,26 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mengalami inflasi 0,06 persen,  dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,15 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Negara yang Terletak Paling Utara di ASEAN yaitu Myanmar

Whats New
Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Anggota Komisi XI DPR Ungkap Cara Pemerintah Mempertahankan Subsidi BBM

Whats New
Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Wamendag: Pengguna Platform Transaksi Aset Kripto Zipmex Sudah Bisa Tarik Dana

Whats New
KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

KKP Kembangkan Kawasan Konservasi Nasional Laguna Wayag Jadi Destinasi Ekowisata

Whats New
Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Indonesia Ritel Summit Diharap Bangkitkan Usaha yang Stagnan Selama 22 Tahun

Whats New
Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Erick Thohir: Sekarang Hampir 50 Persen Perdagangan Pembayarannya Menggunakan Digital

Whats New
Holding ID Survey Diharapkan Jadi 'Top 5 Leader' di Asia Pasifik

Holding ID Survey Diharapkan Jadi "Top 5 Leader" di Asia Pasifik

Rilis
Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Harga BBM Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Bansos

Whats New
Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Pegawai Alfamart Minta Maaf Sebar Video Pencuri Cokelat, Hotman Paris: Jangan Minta Maaf Kalau Tak Bersalah

Whats New
BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

BPS Soroti Kenaikan Nilai Ekspor Tidak Disertai Peningkatan Volume yang Signifikan

Whats New
Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Sudah 620.000 Kendaraan Daftar MyPertamina, Mayoritas Pengguna Pertalite

Whats New
IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

IHSG Ditutup Melemah 0,5 Persen ke 7.093,28

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,5 Persen, 1 Dollar AS Setara Rp 14.742

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,5 Persen, 1 Dollar AS Setara Rp 14.742

Whats New
Erick Thohir Wanti-wanti soal Ancaman Krisis Pangan

Erick Thohir Wanti-wanti soal Ancaman Krisis Pangan

Whats New
Syarat Naik Pesawat Terbaru Berlaku 11 Agustus: Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Syarat Naik Pesawat Terbaru Berlaku 11 Agustus: Belum Vaksin Booster Wajib Tes PCR

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.