Harga Batubara Masih Rendah, Program 35.000 Megawatt Terancam

Kompas.com - 07/03/2016, 15:30 WIB
Ilustrasi tambang TOTO SIHONOIlustrasi tambang
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com — Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia–Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA) menyatakan, apabila harga batubara tetap rendah seperti saat ini, maka program kelistrikan 35.000 megawatt (MW) bakal terancam.

"Kelebihan pasokan batubara yang terjadi sejak 2012 akibat stagnasi permintaan telah membuat harga batubara anjlok," kata Ketua Umum APBI-ICMA Pandu P Sjahrir di Jakarta, Senin (7/3/2016).

Akibat hal tersebut, penurunan margin profitabilitas secara drastis terjadi sejak 2012, yang diikuti dengan pengurangan produksi.

Padahal, di sisi lain, proyek kelistrikan yang bersifat jangka panjang memerlukan jaminan ketersediaan pasokan batubara yang cukup.

Hasil survei yang dilakukan lembaga konsultan PricewaterhouseCoopers (PwC) terhadap 25 perusahaan batubara menunjukkan adanya keterkaitan antara penurunan harga batubara dan proyek kelistrikan 35.000 MW, utamanya untuk jaminan pasokan.

"Hasil survei mengindikasikan kemungkinan (bahwa) cadangan batubara nasional dengan mengacu pada harga komoditas saat ini tidak cukup untuk memasok 20.000 MW pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) program 35.000 MW selama masa 25 tahun hingga 30 tahun (rata-rata usia pembangkit berbasis batubara)," kata dia.

Pandu lebih lanjut menjelaskan, penurunan cadangan batubara yang dimaksud bukan berarti tidak adanya batubara di perut bumi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penurunan terjadi karena harga batubara yang tidak ekonomis untuk ditambang. Oleh karena itu, cadangan yang seharusnya bisa diambil tersebut tetap hanya menjadi sumber daya di perut bumi.

"Untuk menambang itu kan diperlukan biaya. Kalau harga batubara 50 dollar, sementara biaya menambangnya 60 dollar, otomatis batubara itu tidak ditambang. (Jadi) seolah-olah ada pengurangan cadangan."

"Namun, pada saat harga batubara naik lagi, menjadi 100 dollar, itu menjadi feasible untuk ditambang," kata Pandu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Direktur Organisasi Pangan PBB Sebut 2 Persen Kekayaan Elon Musk Bisa Selesaikan Masalah Kelaparan Dunia

Direktur Organisasi Pangan PBB Sebut 2 Persen Kekayaan Elon Musk Bisa Selesaikan Masalah Kelaparan Dunia

Whats New
Tingkat Imbalan Lelang Sukuk Negara pada 2 November 2021

Tingkat Imbalan Lelang Sukuk Negara pada 2 November 2021

Rilis
Pemerintah Kantongi Rp 8 Triliun dari Hasil Lelang Surat Utang Negara

Pemerintah Kantongi Rp 8 Triliun dari Hasil Lelang Surat Utang Negara

Rilis
Ekonomi Dipatok Tumbuh 4 Persen, Sri Mulyani: Proyeksi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Ekonomi Dipatok Tumbuh 4 Persen, Sri Mulyani: Proyeksi IMF dan OECD Terlalu Rendah

Whats New
Pengertian Profit Taking, Cut Loss, dan Stop Loss Pada Investasi Saham

Pengertian Profit Taking, Cut Loss, dan Stop Loss Pada Investasi Saham

Spend Smart
Gojek Luncurkan 3 Layanan Terbaru, Apa Saja?

Gojek Luncurkan 3 Layanan Terbaru, Apa Saja?

Whats New
Gojek Targetkan Pakai 5.000 Unit Motor Listrik Untuk Semua Layanan

Gojek Targetkan Pakai 5.000 Unit Motor Listrik Untuk Semua Layanan

Whats New
BI: Biaya Transfer Rp 2.500 Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember 2021

BI: Biaya Transfer Rp 2.500 Berlaku Mulai Minggu Kedua Desember 2021

Whats New
Penerima Subsidi Gaji Ditambah 1,6 Juta, Simak Cara Mengeceknya

Penerima Subsidi Gaji Ditambah 1,6 Juta, Simak Cara Mengeceknya

Whats New
Rupiah dan IHSG Melemah Pada Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Melemah Pada Sesi I Perdagangan

Whats New
Cara Membayar Tagihan Shopee Paylater dan Batas Waktu Pembayarannya

Cara Membayar Tagihan Shopee Paylater dan Batas Waktu Pembayarannya

Spend Smart
Bakal IPO, Mitratel Tawarkan 29,85 Persen Saham ke Publik

Bakal IPO, Mitratel Tawarkan 29,85 Persen Saham ke Publik

Whats New
Ada Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS, Menteri Tjahjo Pastikan Peserta Didiskualifikasi

Ada Dugaan Kecurangan Seleksi CPNS, Menteri Tjahjo Pastikan Peserta Didiskualifikasi

Whats New
Waspadai Inflasi Dunia, Sri Mulyani: Disrupsi Lebih Panjang dari Perkiraan...

Waspadai Inflasi Dunia, Sri Mulyani: Disrupsi Lebih Panjang dari Perkiraan...

Whats New
BRI Cetak Pertumbuhan Laba 34,7 Persen di Kuartal III Tahun 2021

BRI Cetak Pertumbuhan Laba 34,7 Persen di Kuartal III Tahun 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.