BNI Syariah Incar Potensi 4.000 Calon Jemaah Haji dari Pegadaian

Kompas.com - 14/03/2016, 19:17 WIB
Gerai BNI Syariah di Kantor Kementerian Agama, Pejambon, Jakarta Pusat. PrimusGerai BNI Syariah di Kantor Kementerian Agama, Pejambon, Jakarta Pusat.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah mengincar potensi 4.000 calon jemaah haji yang melakukan pendaftaran porsi haji dari PT Pegadaian (Persero). Dalam rilis yang diterima Kompas.com hari ini, pihak BNI Syariah menginformasikan penandatanganan kerja sama antara BNI Syariah dengan Pegadaian dalam penyediaan jasa layanan tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas  Direktur Utama (Plt Dirut) BNI Syariah Imam Teguh Saptono, dari jumlah calon jemaah haji tersebut, ada potensi dana yang bisa dikelola hingga Rp 100 miliar.

Sementara itu, menurut Direktur I Pegadaian Harianto Widodo yang meneken kerja sama tersebut, pendaftaran haji nasabah Pegadaian melalui sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat). “Kami bangga dapat bekerja sama dengan BNI Syariah, kami berharap kerja sama ini dapat memudahkan nasabah kami dalam proses pendaftaran porsi haji melalui Siskohat BNI Syariah”, ujar Harianto.

BNI Syariah telah ditunjuk oleh Kementerian Agama sebagai bank penerima setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang terdaftar dalam sistem dalam jaringan (online) Siskohat kementerian tersebut.
 

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Pegadaian
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Cara Beli Emas Antam secara Online dan Offline

Spend Smart
Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Cara Mengisi Shopeepay lewat BSI Mobile dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Pembangunan Hunian Warga Terdampak Bencana di NTT dan NTB Ditargetkan Rampung Maret 2022

Whats New
Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bangun Kilang di Tuban, Pertamina Pastikan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Whats New
Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Mau Nabung di ATM Setor Tunai Mandiri Terdekat? Simak Caranya

Whats New
Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Sisa Anggaran di Bangka Belitung Capai Rp 798,38 Miliar

Whats New
Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Di Forum G20, Indonesia Minta AS hingga China Sampaikan Rencana Tapering Off

Whats New
UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

UMKM Mau Punya Website Sendiri? Cek Solusi Mudah dan Murah Berikut

Smartpreneur
KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

KAI Services Perluas Bisnis, Dirikan Lokomart di Stasiun Pasar Senen Jakarta

Rilis
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

Whats New
Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Belum Lunas, Utang Lapindo ke Negara Mencapai Rp 2,23 Triliun

Whats New
Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Nilai Ekspor Kopi Jawa Barat Baru 40 Juta Dollar AS, BI: Potensinya Bisa Lebih Besar

Whats New
Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Kembangkan Kerja Sama Sektor Energi, UGM Gandeng Subholding Gas Pertamina

Rilis
Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Pemerintah Terapkan DMO dan DPO Minyak Goreng, YLKI: Kenapa Tidak dari Kemarin-Kemarin?

Whats New
Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Indonesia Siap Sampaikan Komitmen Jadi Pusat Produksi Vaksin Global di Pertemuan G20

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.