Muhammad Fajar Marta

Wartawan, Editor, Kolumnis 

Ekspor dan Penurunan Daya Saing

Kompas.com - 16/03/2016, 14:45 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorWisnubrata

Produksi komoditas pertanian dan barang olahan di dalam negeri tetap meningkat dengan laju yang bagus.

Hal itu tentu tidak terlepas dari kondisi Indonesia sebagai pasar yang besar, dengan jumlah penduduk mencapai 255 juta orang, terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat.

Artinya, produk-produk lokal masih bisa diserap oleh pasar domestik.

Situasi semacam ini sebenarnya sangat tricky.

Di satu sisi menimbulkan kekhawatiran dan pesimisme, namun di sisi lain membuncahkan harapan dan optimisme.

Jika produk lokal hanya mengandalkan serapan domestik, maka tak akan langgeng.

Sebab, dengan semakin terbukanya perdagangan internasional, terlebih telah dimulainya implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), barang-barang dari luar akan semakin mudah masuk ke Indonesia sekaligus mendepak pemain-pemain lokal.

Sebaliknya, jika dilihat dari kacamata optimisme, betapa besar peluang industri-industri dalam negeri untuk berkembang.

Dengan daya saing yang tinggi, produk-produk lokal tidak hanya akan menikmati pasar domestik yang besar, tetapi juga berpeluang meningkatkan produksinya untuk tujuan ekspor.

Dengan hanya mengandalkan serapan pasar domestik saja, industri dan perekonomian Indonesia saja sudah bisa tumbuh, apalagi bila ditambah dengan ekspor.

Artinya, jika ekspor Indonesia ditingkatkan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa melejit.

Namun, sekali lagi, syaratnya adalah penguatan daya saing. Inilah salah satu tantangan Indonesia saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.