"Kami Diikat dengan Aturan, Sedangkan Taksi 'Online' Dibebaskan dengan Dalih Kreativitas..."

Kompas.com - 17/03/2016, 17:25 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com — Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) merasa kecewa dengan sikap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara lantaran tidak memblokir aplikasi Uber dan GrabCar.

"Sekali lagi kami menuntut kesetaraan dalam segala aspek dan bersaing secara sehat. Jangan kami diikat dengan aneka aturan, sedangkan taksi online dibebaskan dengan dalih kreativitas dan kebutuhan masyarakat," ujar Ketua PPAD Cecep Handoko dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Ia heran mengapa pemerintah begitu menganakemaskan Uber dan GrabCar.

Padahal, kata dia, angkutan umum konvensional juga dibutuhkan masyarakat.

Selama ini, angkutan umum resmi mengikuti berbagai ketentuan yang tertera dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Di antaranya, memiliki badan hukum yang jelas, harus layak jalan melalui pengujian kendaraan bermotor (KIR), serta pembayaran pajak pendapatan dan pajak kendaraan.

"Pemerintah lupa bahwa transportasi adalah alat pemersatu bangsa dan sekarang diinjak-injak oleh kepentingan asing dengan tidak mematuhi aturan hukum di Republik Indonesia ini," kata Cecep.

Sebelumnya, Rudiantara memutuskan tidak memblokir aplikasi Uber dan GrabCar.

Alasannya, masyarakat membutuhkan layanan transportasi yang menggunakan kedua aplikasi itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.