Susi: Klaim China Ihwal Perairan Natuna Sebagai "Traditional Fishing Ground" Tidak Berdasar

Kompas.com - 21/03/2016, 18:00 WIB
|
EditorAprillia Ika
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan klaim pemerintah China tidak betul dan tidak berdasar.

Pemerintah China mengklaim bahwa tempat di mana KM Kway Fey 10078 melakukan aktivitas penangkapan merupakan perairan perikanan tradisional (traditional fishing ground) China.

Susi memberikan tanggapan tersebut setelah mencermati respons dari pemerintah China, yang tayang di Metro Xinwen.

"Pihak Tiongkok (dalam pemberitaan Metro Xinwen) itu menganggap bahwa kejadian dari insiden kemarin itu karena kapal ikan mereka didatangi oleh kapal patroli bersenjata RI, yaitu KKP, di zona traditional fishing ground-nya China," kata Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (21/3/2016).

Selain itu, dalam pemberitaan sama, pihak pemerintah China menyatakan bahwa kapal ikan mereka ditodong dengan senjata dan ditembaki oleh kapal patroli RI.

Pemerintah China merasa harus menyelesaikan persoalan tersebut. "Di sini saya ingin meng-counter statement itu, bahwa traditional fishing zone atau traditional fishing ground itu tidak diakui dalam international UNCLOS apapun," tegas Susi.

Lebih jauh dia menekankan, tidak ada perjanjian internasional apapun yang mengakui atau mengenali apa yang diklaim oleh pemerintah China, yakni traditional fishing ground.

Adapun yang diakui dalam perjanjian internasional dan diakui semua negara adalah traditional fishing right. Kesepakatan ini pun, lanjut Susi, ada apabila dilakukan penandatanganan antar negara yang menyetujui.

"Indonesia hanya punya kesepakatan traditional fishing right dengan Malaysia. Selain itu, Indonesia tidak punya pakta atau perjanjian dengan negara lain, yang disebut traditional fishing right," tukas Susi.

Dia menambahkan, wilayah ZEE Indonesia di Laut China Selatan mutlak dalam wilayah kepentingan RI.

Istilah traditional fishing ground yang menjadi klaim China, ditegaskannya, tidak diakui secara internasional. "Jadi, klaim pemerintah China dalam hal ini tidak betul dan tidak berdasar," pungkas Susi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Naik Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Earn Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Anindya Bakrie dan Erick Thohir Kuasai 51 Persen Saham Klub Sepak Bola Oxford United

Anindya Bakrie dan Erick Thohir Kuasai 51 Persen Saham Klub Sepak Bola Oxford United

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Luhut: Kita Tidak Ingin Buru-buru

Program Kompor Listrik Batal, Luhut: Kita Tidak Ingin Buru-buru

Whats New
Esteh, Komunikasi, dan Somasi dalam Pusaran Media Sosial

Esteh, Komunikasi, dan Somasi dalam Pusaran Media Sosial

Whats New
Daftar Kereta Api yang Jadwal Perjalanannya Makin Cepat Mulai Hari Ini

Daftar Kereta Api yang Jadwal Perjalanannya Makin Cepat Mulai Hari Ini

Whats New
Lowongan Kerja PT KCIC untuk Lulusan SMK, Ini Syaratnya

Lowongan Kerja PT KCIC untuk Lulusan SMK, Ini Syaratnya

Work Smart
Link dan Cara Daftar Pendataan Tenaga Non-ASN BKN 2022

Link dan Cara Daftar Pendataan Tenaga Non-ASN BKN 2022

Whats New
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Lebih dari 2 Persen, Apa Sebabnya?

Whats New
Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Minim Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Kembali Tertekan Hari Ini

Whats New
Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai pada 2023

Sri Mulyani Sebut Minuman Manis Dalam Kemasan Berpotensi Kena Cukai pada 2023

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

[POPULER MONEY] Cara Buat Kartu ASN Virtual Seecara Online | PLN Batalkan Program Konversi ke Kompor listrik

Whats New
Ingat, 10 Perjalanan KA Jarak Jauh Alami Perubahan Jadwal per Hari Ini

Ingat, 10 Perjalanan KA Jarak Jauh Alami Perubahan Jadwal per Hari Ini

Whats New
Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Destinasi Super Prioritas RI

Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab Tertarik Investasi di Destinasi Super Prioritas RI

Whats New
Bidik Pasar Dunia, Pemerintah Prioritaskan BUMN Penuhi Standar HAM

Bidik Pasar Dunia, Pemerintah Prioritaskan BUMN Penuhi Standar HAM

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.