Kemendag Inisiasi Ekspor Benang ke Brasil Senilai 1 Juta Dollar AS

Kompas.com - 24/03/2016, 05:40 WIB
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Program buying mission kembali memberikan kontribusi bagi ekspor nasional.

CTM Representação e Gestão Corporativa Ltda (CTM) asal Brasil menandatangani kontrak pembelian produk benang dari dua perusahaan di Indonesia pada Rabu (23/3/2016).

CTM yang berdiri sejak 1992 adalah perusahaan Brasil yang memasok kebutuhan benang atau yarn di Brasil dan negara Amerika Latin lainnya seperti Kolombia, Argentina, dan Paraguay.

Dua perusahaan tersebut yakni PT Ramagloria Sakti Tekstil dan PT Excellence Qualities Yarn asal Indonesia, dengan total nilai kontrak sebesar 1 juta dollar AS.

Sebagaimana diketahui, program buying mission yang menjadi inisiatif baru Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan ekspor sejak 2014.

"Kali ini buying mission kembali berhasil menguatkan potensi ekspor ke negara nontradisional,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak, kepada Kompas.com melalui rilis pers.

Dengan kontrak tersebut, PT Ramagloria Sakti Tekstil akan memasok produk benang dengan jenis 100 persen viscose ring spun yarn; 65 persen polyester and 35 persen viscose ring spun yarn; serta 100 persen polyester ring spun yarn kepada CTM senilai 500 ribu dollar AS.

Sementara dengan nilai yang sama, PT Excellence Qualities Yarn akan memasok produk benang dengan jenis yang berbeda yaitu 100 persen viscose open end and vortex yarn, 65 persen polyester and 35 persen viscose vortex yarn; serta 100 persen polyester vortex yarn.

Kepala ITPC Sao Paulo Tonny Hendriawan mengungkapkan, Brasil yang berpenduduk sekitar 204 juta orang merupakan pasar potensial bagi Indonesia.

"Industri tekstil dalam negeri Brasil yang utama adalah fabric, apparel, garment, dan fashion yang produknya dipasarkan ke negara-negara Amerika Latin lainnya," kata Tonny.

Menurut Tonny, Indonesia harus mengambil peluang lebih besar lagi melalui benang yang merupakan salah satu rantai produk dalam industri tekstil Brasil.

Sebelumnya, ekspor produk benang asal Indonesia ke Brasil menurun drastis. Nilai ekspor benang Indonesia ke Brasil mencapai 280,5 juta dollar AS pada 2014 turun hingga menjadi 215,5 juta dollar AS pada 2015.

Total ekspor produk benang Indonesia ke dunia pada 2015 mencapai 4,3 miliar dollar AS.

Dari nilai tersebut, Brasil merupakan negara tujuan ekspor ke-5 untuk produk benang Indonesia dengan nilai ekspor mencapai 215 juta dollar AS pada 2015 (pangsa pasar 5 persen).

Berdasarkan data ITC pada 2014, Indonesia merupakan pemasok terbesar ke-2 untuk produk benang di Brasil dengan pangsa pasar mencapai 10,96 persen dari total impor benang Brasil dari dunia.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Resesi Global Mengancam, Sri Mulyani Sebut Ekonomi Indonesia Sudah Pulih

Whats New
Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Dilema Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Stasiunnya Jauh dari Pusat Kota

Whats New
Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Di Banyak Negara, Kereta Cepat Dibangun untuk Bersaing dengan Pesawat

Whats New
BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

BUMN ID Food Kembangkan Ekosistem Rantai Pasok Nelayan

Whats New
Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Ekonomi Sirkular Berpotensi Sumbang PDB hingga Rp 638 Triliun pada 2030

Whats New
Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Konsep TMII 70 Persen Area Hijau, Kementerian PUPR: Bangunan Tak Diperlukan Kami Bongkar

Whats New
Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Ekonom Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp 15.200 per Dollar AS

Whats New
Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Program Kompor Listrik Batal, Wamen BUMN: Belum Ada Rencana Melanjutkan

Whats New
Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Info Lengkap Biaya Admin Transfer BCA ke BRI

Whats New
Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Cara Cetak Kartu ASN Virtual BKN secara Online

Whats New
Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Pimpin Sidang Pertemuan AMM G20, Mentan SYL: Kolaborasi adalah Kunci Atasi Tantangan

Rilis
Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Indodax: Minat Investasi Kripto Tinggi, tapi Literasi Masih Jadi Tantangan

Whats New
Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Ultah ke-75, Luhut: Baru di Masa Presiden Jokowi Saya Mampu Mengabdi secara Konkret...

Whats New
KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

KB Bukopin Gandeng PPA Kelola Aset Berkualitas Rendah Rp 1,3 Triliun

Whats New
Jaga Kehandalan Infrastuktur Gas Bumi, Kerja Sama Sistem Pengamanan Diperkuat

Jaga Kehandalan Infrastuktur Gas Bumi, Kerja Sama Sistem Pengamanan Diperkuat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.