"Di Pasar Becek Pun Sekarang Sudah Banyak Ikan Tuna"

Kompas.com - 30/03/2016, 12:57 WIB
Ikan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAIkan Tuna Sirip Kuning hasil tangkapan nelayan yang berada di mobil milik salah satu perusahaan cold storage, Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (4/12/2015)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti mengatakan, kebijakan pemberantasan penangkapan ikan ilegal atau IUU Fishing (Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing) membuat produk ikan-ikan tangkapan laut di Indonesia dapat dinikmati di dalam negeri.

Pasalnya, penangkapan ikan ilegal menyerap banyak ikan secara ilegal ke luar Indonesia tanpa diatur dan tercatat.

Susi memberi contoh kawasan lautan di Maluku, di mana 60 persen pasokan tuna dunia berasal. Satu dekade silam, masyarakar Maluku sulit mencari ikan tuna lantaran produk ikan tersebut hampir seluruhnya dibawa ke luar Indonesia.

"Sekarang tuna banyak. Di pasar becek pun ada tuna. Jangan bilang itu kegagalan KKP," kata Susi di kantornya di Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Lebih lanjut, Susi menegaskan bahwa ikan tuna bukan hanya milik luar negeri. Bangsa Indonesia pun berhak untuk memperoleh gizi dan protein yang cukup dengan mengonsumsi produk ikan.

"Setelah (pasokan ikan untuk dalam negeri) cukup, kita ekspor ke luar negeri. Itu yang benar," tegas Susi. Dia menyatakan, dalam setahun terakhir, pencapaian Indonesia dalam sektor perikanan amat pesat.

Produk domestik bruto (PDB) perikanan Indonesia tumbuh 8,96 persen, atau tumbuh 4 persen dari sebelumnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya meminta untuk ingat dan perhatikan bahwa setahun terakhir situasi global melambat, pencapaian itu luar biasa. Pencapaian itu hanya dilakukan oleh kapasitas lokal domestik, tidak ada kapal asing yang melakukan itu," terang Susi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ICAEW Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen pada 2021

ICAEW Proyeksi Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen pada 2021

Whats New
Kasus Covid-19 Melonjak, PNS Dilarang Cuti Saat Libur Nasional

Kasus Covid-19 Melonjak, PNS Dilarang Cuti Saat Libur Nasional

Whats New
Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Sedang Cari Lowongan Pekerjaan? Segera Kunjungi Digital Career Expo 2021

Rilis
Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Direvisi Lagi, Apa Saja Yang Diganti ?

Whats New
Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Pertamina Group Buka Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Kemnaker Gagalkan Pengiriman 11 Pekerja Migran Ilegal

Rilis
Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Menaker Sebut Upah Buruh Turun 5,2 Persen Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Bangun PLTA di Sumbar, PLN Dapat Dana Hiba Rp 20,55 dari Perancis

Whats New
Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya, DJKN: Target Dapat Hasil Setinggi-tingginya

Whats New
Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Kemenhub Mediasi Penyelesaian Santunan Pelaut RI yang Meninggal di Singapura

Whats New
Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Kapan Moge dan Brompton Selundupan Mantan Dirut Garuda Dilelang? Ini Kata DJKN

Whats New
[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

[TREN TEKNOLOGI KOMPASIANA] Perawatan Spooring dan Balancing | Masyarakat Jepang Ogah Gunakan Kendaraan Pribadi

Rilis
IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

IHSG Anjlok 1 Persen di Akhir Pekan, Rupiah Ikut Melemah

Whats New
Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Saham Unilever Indonesia Anjlok 30,95 Persen sejak Awal Tahun, Ini Pemicunya

Whats New
Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Banyak Penipuan Lelang, Ini Ciri-cirinya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X