Untuk Kali Kedua, Jokowi Minta BUMN Melebur Jadi "Holding Company"

Kompas.com - 30/03/2016, 18:30 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V Km 13 Balikpapan-Sepinggan, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur yang ditinjaunya pada Kamis (24/3/2016). Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPRPresiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V Km 13 Balikpapan-Sepinggan, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur yang ditinjaunya pada Kamis (24/3/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo ingin BUMN dengan latar belakang sektor yang sama menggabungkan diri menjadi holding company atau perusahaan induk. Hal itu dilakukan demi terwujudnya efisiensi pembangunan.

"Menurut saya, sebaiknya membangun sinergis dengan holding saja. Jadi, tidak bekerja sendiri-sendiri," ujar Jokowi dalam acara dialog publik di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Pemerintah nantinya tinggal mengelompokkan perusahaan induk itu sesuai dengan sektor masing-masing.

Misalnya, BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur, yakni Adhi Karya, Wijaya Karya, dan Cipta Karya, melebur menjadi satu perusahaan induk, demikian pula dengan BUMN yang bergerak di sektor lainnya.

Tahun 2016 ini, Jokowi pun menargetkan membentuk enam perusahaan induk BUMN.

Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci, sektor-sektor dari enam holding company BUMN itu. Ia yakin, pembangunan akan lebih efektif.

"Yang pasti, dengan holding semacam itu, investasi modal akan lebih mudah," lanjut dia. Rencana ini pernah diungkapkan Jokowi. Dalam rapat terbatas pada Senin (29/3/2016), Jokowi mengungkapkan keinginan itu.

Jokowi meminta agar rencana itu dikaji lebih jauh lagi. "Ada enam holding yang disampaikan kepada Bapak Presiden untuk dikaji lebih mendalam," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Senin.

Pramono menyebutkan, enam sektor yang akan dibentuk menjadi perusahaan-perusahaan induk antara lain pertambangan, energi terbarukan, infrastruktur, perbankan, dan sektor ketahanan energi.

Kompas TV Jokowi: BPD Seharusnya Bangun SInergi "Holding"
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sequoia Capital hingga Alphabet Suntik Startup Lummo Rp 1,14 Triliun

Sequoia Capital hingga Alphabet Suntik Startup Lummo Rp 1,14 Triliun

Smartpreneur
Luhut Cerita Yayasan Bill Gates dan Rockefeller Surati Jokowi, Ada Apa?

Luhut Cerita Yayasan Bill Gates dan Rockefeller Surati Jokowi, Ada Apa?

Whats New
Asosiasi Buka Suara soal Harga Minyak Goreng Rp 14.000: Tidak Untung, Selisih Rugi Dibayar BPDP KS

Asosiasi Buka Suara soal Harga Minyak Goreng Rp 14.000: Tidak Untung, Selisih Rugi Dibayar BPDP KS

Whats New
Penghapusan Premium, Pemerintah Beri Kompensasi ke Pertamina

Penghapusan Premium, Pemerintah Beri Kompensasi ke Pertamina

Whats New
Alfamart Imbau Konsumen Beli Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Sesuai Keperluan

Alfamart Imbau Konsumen Beli Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter Sesuai Keperluan

Spend Smart
Putri Tanjung, Anak Pengusaha Chairul Tanjung, Jadi 'Trending Topic' di Twitter, Ada Apa?

Putri Tanjung, Anak Pengusaha Chairul Tanjung, Jadi "Trending Topic" di Twitter, Ada Apa?

Whats New
Rupiah dan IHSG Melemah, Saham-saham Bank Besar Ini Dilepas Asing

Rupiah dan IHSG Melemah, Saham-saham Bank Besar Ini Dilepas Asing

Whats New
Erick Thohir Bakal Bikin Subholding PLN, Apa Saja?

Erick Thohir Bakal Bikin Subholding PLN, Apa Saja?

Whats New
Belum Semua Masyarakat Melek Digital, BRI Kembangkan Layanan Hybrid Bank

Belum Semua Masyarakat Melek Digital, BRI Kembangkan Layanan Hybrid Bank

Rilis
Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 4 Persen Sepanjang 2021

Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 4 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Untuk Pemula, Ini Cara Belanja di Shopee dengan Mudah

Untuk Pemula, Ini Cara Belanja di Shopee dengan Mudah

Spend Smart
Fokus Buka Toko 'Offline', MR DIY Kini Miliki 327 Gerai di Indonesia

Fokus Buka Toko "Offline", MR DIY Kini Miliki 327 Gerai di Indonesia

Whats New
Naik Lagi, Anggaran PEN 2022 Tembus Rp 455,6 Triliun

Naik Lagi, Anggaran PEN 2022 Tembus Rp 455,6 Triliun

Whats New
Tips Belanja Pintar dan Hemat ala Prita Ghozie

Tips Belanja Pintar dan Hemat ala Prita Ghozie

Spend Smart
Ini Ritel yang Sudah Jual Minyak Goreng Seharga Rp 14.000 Per Liter

Ini Ritel yang Sudah Jual Minyak Goreng Seharga Rp 14.000 Per Liter

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.