Pelaku Ekonomi Kreatif Bisa Daftarkan Paten Secara Gratis di ICCC 2016

Kompas.com - 31/03/2016, 08:07 WIB
Para pengembang aplikasi lokal tengah mengikuti Hackathon di Digital Lounge Telkom Malang, Rabu (30/3/2016). KOMPAS.com / Bambang PJPara pengembang aplikasi lokal tengah mengikuti Hackathon di Digital Lounge Telkom Malang, Rabu (30/3/2016).
EditorBambang Priyo Jatmiko

MALANG, KOMPAS.com - Pelaku industri ekonomi kreatif bisa mendaftarkan paten atas karya-karyanya secara gratis di ajang Konferensi Kota Kreatif Indonesia 2016 di Malang.

Untuk pendaftaran hak atas kekayaan intelektual tersebut dilakukan hanya satu hari, yakni pada Sabtu 2 April 2016 dan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Malang.

Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Sungkari menuturkan pendaftaran paten gratis itu adalah salah satu bentuk insentif yang diberikan pemerintah mendorong ekonomi kreatif.

Sejauh ini, untuk mendapatkan hak paten atas produk ekonomi kreatif, para pelaku usaha sektor ini harus membayar sekitar Rp 2 juta.

"Ini tak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkan paten terhadap produk ekonomi kreatif. Dengan catatan, yang didaftarkan adalah terkait dekonomi kreatif," ujarnya Rabu (30/3/2016).

Konferensi Kota Kreatif Indonesia (Indonesia Creative City Conference/ ICCC) 2016 yang digelar di Malang, dipusatkan di sejumlah titik. Selain di Hotel Harris, ada juga kegiatan yang dilakukan di Balaikota Malang.

Khusus untuk pendaftaran hak atas kekayaan intelektual secara gratis, rencananya akan dipusatkan di Balaikota.

Kota Malang selaku tuan rumah ICCC 2016 memiliki perhatian yang cukup besar terhadap pengembangan ekonomi kreatif, utamanya animasi digital.

Walikota Malang Mochamad Anton mengatakan saat ini banyak startup di Malang yang bergerak di bidang animasi digital.

Jika dikelola secara serius, sektor ekonomi kreatif tersebut bisa menjadi salah satu penggerak perekonomian di Malang.

"Dari hitungan kami, ada sekitar 1.000 animator yang ada di Kota Malang. Kami ingin fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif ini," ujarnya, Rabu (30/3/2016).

Sementara, pemerintah telah menetapkan 16 subsektor industri kreatif yang menjadi fokus pengembangan untuk menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.

Adapun 16 subsektor tersebut adalah aplikasi dan pengembangan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi video, fotografi, kriya (kerajinan), kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X