Tahun Ini, Kepulauan Seribu Targetkan Tarik 2 Juta Wisatawan

Kompas.com - 31/03/2016, 16:03 WIB
Pulau Pabelokan di Kepulauan Seribu, Kamis (17/9/2015). Pabelokan digunakan sebagai pulau operasional karena kedekatannya dengan pengembangan kegiatan eksplorasi CNOOC SES Ltd. KOMPAS/PRIYOMBODOPulau Pabelokan di Kepulauan Seribu, Kamis (17/9/2015). Pabelokan digunakan sebagai pulau operasional karena kedekatannya dengan pengembangan kegiatan eksplorasi CNOOC SES Ltd.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepulauan Seribu memiliki potensi yang amat besar di sektor pariwisata sebagai salah satu destinasi wisata perairan dan ekowisata. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu menargetkan 2 juta wisatawan pada tahun 2016. "Wisatawan tahun 2015 kurang lebih 1 juta orang. Target kita 1,2 sampai 1,3 juta tadinya. Tahun ini target kita 2 juta orang," kata Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo di Pulau Pramuka, Kamis (31/3/2016).

Budi menjelaskan, jumlah wisatawan yang melancong ke gugusan Kepulauan Seribu sangat bergantung kepada cuaca. Apabila cuaca sedang tak bersahabat, tentu jumlah wisatawan akan sedikit.

Sementara itu, salah satu hal terkait sektor pariwisata yang disoroti Budi di wilayah yang dipimpinnya adalah pemberlakuan retribusi sebagai pendapatan asli daerah. Pasalnya, selama ini masyarakat belum memahami retribusi tersebut.

Budi menuturkan, pihaknya selama ini belum pernah menargetkan retribusi. Padahal, di taman nasional di kawasan itu misalnya, seharusnya diberlakukan retribusi sebesar Rp 5.000. "Harus ada perda (peraturan daerah) tentang itu dan harus ditata. Masyarakat belum tahu tentang itu," tutur Budi.

Kemudian, pulau, imbuh dia, adalah akses publik sehingga masyarakat atau wisatawan tidak perlu membayar untuk memasuki pulau. Namun, masih ada beberapa pengelola pulau yang mengenakan tarif masuk. "Pulau itu akses publik dan tidak boleh dipungut biaya, kecuali menggunakan fasilitas yang ada. Untuk target retribusi, kami akan kembangkan dari hotel, homestay, dan rumah makan," terang Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.