"Jangan Lagi Lihat Kepulauan Seribu sebagai Halaman Belakangnya Jakarta"

Kompas.com - 01/04/2016, 09:30 WIB
Hamparan berbagai jenis terumbu karang hasil budidaya di lokasi yang disebut Padang Nemo dirawat dan dibersihkan kelompok masyarakat anggota Areal Perlindungan Laut (APL), di Gosong Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Areal gosong pasir yang diubah menjadi lahan pengembangan ragam jenis terumbu karang kini memiliki lebih dari 600 spesies dan akan dibuka untuk wisata berbasis konservasi. KOMPAS/LASTI KURNIAHamparan berbagai jenis terumbu karang hasil budidaya di lokasi yang disebut Padang Nemo dirawat dan dibersihkan kelompok masyarakat anggota Areal Perlindungan Laut (APL), di Gosong Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu. Areal gosong pasir yang diubah menjadi lahan pengembangan ragam jenis terumbu karang kini memiliki lebih dari 600 spesies dan akan dibuka untuk wisata berbasis konservasi.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Budi Utomo mengatakan, pihaknya kini sedang gencar melakukan pembangunan dan pengembangan di gugusan kepulauan di utara Jakarta itu.

Sehingga, Kepulauan Seribu tidak lagi menjadi daerah tertinggal, padahal lokasinya dekat dari Jakarta.

Budi menyatakan, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus mampu membangun Kepulauan Seribu sebagai tanda bahwa Indonesia telah bangkit.

Sebab, kalah Kepulauan Seribu yang dekat dari Jakarta saja terbelakang, maka publik akan memandang bagaimana pembangunan di pulau-pulau yang jauh.

"Kepulauan Seribu bukan lagi dapur atau halaman belakangnya Jakarta. Ini adalah pintu gerbangnya Indonesia. Semua permasalahan di Kepulauan Seribu ini adalah laboratoriumnya Indonesia," kata Budi di Pulau Pramuka, Kamis (31/3/2016).

Budi mengakui, dalam dua tahun terakhir, pihaknya ingin mendorong percepatan pembangunan di wilayah yang dipimpinnya.

Salah satu masalah krusial terkait pembangunan adalah infrastruktur yang masih minim dan transportasi.

"Kondisi dermaga kapal harus mendapat perhatian. Pembangunan dermaga harus punya desain tematik Kepulauan Seribu," terangnya.

Budi menuturkan, ke depan ia ingin pembangunan apa pun di Kepulauan Seribu harus memiliki desain dan tema yang khas kawasan tersebut.

Dengan demikian, publik akan mudah mengenali dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Anggaran untuk pembangunan Kepulauan Seribu dalam APBD 2016, kata Budi, mencapai kisaran Rp 300 miliar hingga Rp 400 miliar.

Anggaran tersebut, imbuh dia, salah satunya akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik.

Kompas TV SP 1 Keluar, Warga Luar Batang Harus Pindah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.