Mulai Terlihat, Dampak Tol Laut

Kompas.com - 01/04/2016, 16:39 WIB
Presiden Joko Widodo saat menaiki KM Camara Nusantara yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015). KM Camara Nusantara adalah kapal yang mengangkut 500 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timurp. Kedatangan sapi dari NTT merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov DKI dengan Kementerian Pertanian dan lima provinsi lainnya guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Ibu Kota. Kompas.com/Alsadad RudiPresiden Joko Widodo saat menaiki KM Camara Nusantara yang baru tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015). KM Camara Nusantara adalah kapal yang mengangkut 500 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timurp. Kedatangan sapi dari NTT merupakan tindak lanjut kerja sama Pemprov DKI dengan Kementerian Pertanian dan lima provinsi lainnya guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Ibu Kota.
|
EditorJosephus Primus

JAKARTA, KOMPAS.com - Konektivitas yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui tol laut mulai menunjukkan hasil. Meskipun baru empat dari enam trayek yang beroperasi, terlihat kenaikan volume barang dan penumpang yang diangkut melalui kapal laut.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) volume barang yang diangkut menggunakan kapal laut selama Januari-Februari 2016 mencapai 39,73 juta ton. Angka ini mengalami peningkatan 9,01 persen dibandingkan Januari-Februari 2015 yang tercatat sebanyak 36,45 juta ton. "Pada Januari-Februari 2015 volume angkutan barang hanya naik 0,5 persen dibandingkan Januari-Februari 2014. Ini mudah-mudahan terjadi titik balik pertumbuhan ekonomi. Karena dalam sektor transportasi sudah menunjukkan gambaran meningkat cukup drastis," kata Kepala BPS Suryamin dalam paparan, di Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Tidak hanya volume angkutan barang yang mengalami peningkatan, jumlah penumpang yang diangkut dengan kapal laut sepanjang Januari-Februari 2016 pun menunjukkan kenaikan 48,44 persen. Jumlah penumpang yang diangkut dengan kapal laut pada periode tersebut mencapai 2,91 juta penumpang. Sedangkan pada Januari-Februari 2015 jumlah penumpang yang diangkut kapal laut hanya 1,96 juta penumpang. "Terjadi lonjakan cukup spektakuler ternyata karena adanya pembangunan tol laut yang dibangun, ada empat yang sudah berjalan," imbuh Suryamin.

Suryamin merinci empat trayek  tol laut yang sudah beroperasi, yaitu Tanjung Priok-Natuna, Tanjung Perak-Merauke, Tanjung Perak-Waingapu, serta Tanjung Perak-Timika. Sedangkan yang masih dalam proses adalah jalur Tanjung Priok- Biak dan Makassar-Ternate-Bacan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo menambahkan, beroperasinya tol laut diharapkan dapat mendorong pengendalian inflasi di berbagai daerah, utamanya di kawasan timur Indonesia. "Dengan perbaikan sistem distribusi dengan tol laut, dan perbaikan (harga) energi seperti BBM dan sebagainya, inflasi bisa terkendali," ucap Sasmito.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X