PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik Selama UN

Kompas.com - 03/04/2016, 23:08 WIB
Siswa kelas XII SMK NU Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (30/3/2016) tengah melakukan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Kompas.com/ Syahrul MunirSiswa kelas XII SMK NU Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (30/3/2016) tengah melakukan simulasi ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
EditorIcha Rastika

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Perusahaan Listrik Negara Unit Tulungagung, Jawa Timur, memastikan tidak ada pemadaman listrik selama ujian nasional berlangsung, terutama di sekolah-sekolah penyelenggara UN berbasis komputer yang membutuhkan kestabilan arus listrik.

"Kami sudah membicarakannya dengan Dinas Pendidikan terkait hal ini dan dipastikan tidak akan ada pemadaman listrik," kata Manager Unit PLN Tulungagung Gunardi di Tulungagung, Minggu.

Kendati demikian, Gunardi mengingatkan kemungkinan adanya faktor alam atau gangguan nonteknis yang menjadikan listrik padam.

Ia mencontohkan potensi turunnya hujan deras yang memicu banjir, longsor, ataupun pohon tumbang. (Baca: Jelang UN, Panitia Keliling Pantau Gudang Penyimpanan Soal-soal Ujian).

Menurut dia, peristiwa alam ini berdampak terhadap sistem jaringan listrik tegangan tinggi dan sedang.

"Kami tidak bisa memastikan cuaca alam saat pelaksanaan yang menggagnggu pasokan aliran aliran listrik seperti hujuan lebat dan pohon tumbang yang memutus kabel listrik PLN," ujarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Gunardi mengimbau setiap sekolah, terutama penyelenggara UNBK, untuk menyiagakan perangkat genset agar ada cadangan pasokan listrik non-PLN.

"Kami akan meyiagakan sekitar empat petugas di sekolah pelaksana UNBK jika sewaktu-waktu listrik padam akibat sesuatu tidak diinginkan," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Pendidikan Menengah Dindik Tulungagung Heru Mudjiono memastikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN.

"Dalam koordinasi itu, PLN berjanji untuk tidak melakukan pemadaman listrik selama ujian nasional berlangsung. Namun mereka memang tidak bisa menjamin seumpama listrik padam karena kondisi cuaca," ujarnya.

Heru juga menyampaikan bahwa seluruh sekolah penyelenggara UNBK diharuskan menyediakan genset. (Baca: 40 Polisi Amankan Pelaksanaan UN di Daerah "Segitiga Hitam" di Papua).

Adapun ujian nasional di Tulungagung akan diikuti oleh 19 lembaga SMA, 13 lembaga MA dan 20 lembaga SMK dengan jumlah peserta sebanyak 10.544 siswa, dengan rincian 3.848 siswa SMA, 1.516 siswa MA dan 5.180 siswa SMK.

UN dengan kertas atau komputer untuk SMA akan dilakukan 4-6 April 2016.

Khusus SMK akan digelar sampai 7 April. Ujian susulan dilangsungkan pada 11-13 April (SMA) dan 14 April untuk SMK.

Kompas TV SMKN 2 Kotaraja Siap Hadapi UN

Baca tentang


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X