Tiga Bulan Pertama, Pendapatan Negara Lebih Rendah, Belanja Lebih Boros

Kompas.com - 11/04/2016, 13:44 WIB
Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro didampingi Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, dalam Raker dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/4/2016). Kompas.com/ Estu SuryowatiMenteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro didampingi Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi, dalam Raker dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (11/4/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Penerimaan negara pada akhir kuartal I-2016 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan pendapatan negara di tiga bulan pertama tahun ini mencapai realisasi sebesar Rp 247,6 triliun.

"Tahun lalu pencapaian negara di kuartal I mencapai Rp 284 triliun, " kata Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Bambang menyebutkan, realisasi sebesar Rp 247,6 triliun terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 204,7 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp 42,8 triliun.

Adapun belanja negara mencapai Rp 390,9 triliun. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, angka ini lebih besar sekitar Rp 23,2 triliun. "Tahun lalu belanja negara mencapai Rp 367,7 triliun," kata Bambang.

Dia menjelaskan, realisasi Rp 390,9 triliun itu terdiri dari belanja Kementerian/Lembaga sebanyak Rp 82,7 triliun dan Belanja non K/L sebesar Rp 110,8 triliun.

Sementara itu, transfer daerah mencapai Rp 197,4 triliun. Dengan realisasi pendapatan dan belanja demikian maka saat ini sudah ada defisit APBN sebesar Rp 143,3 triliun atau 1,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Bambang menambahkan, pembiayaan yang diperoleh sebesar Rp 165,2 triliun. Sehingga terdapat SILPA pembiayaan sebanyak Rp 21,9 triliun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X