Ini Cara Pemerintah Tambal Penerimaan yang Hilang dari Peningkatan Batas PTKP

Kompas.com - 11/04/2016, 18:39 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menyiapkan rencana untuk menambal kehilangan potensi penerimaan (losses) dari kebijakan peningkatan batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 36 juta menjadi Rp 54 juta, Juni 2016.

"Kami sudah diskusi dengan Direktorat Jenderal Pajak, ini akan ditutup dengan upaya ekstensifikasi, terutama untuk orang-orang yang selama ini tidak pernah membayar pajak atau tidak punya NPWP," kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, di Jakarta, Senin (11/4/2016).

Selain itu, Direktorat Jenderal Pajak juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 2.000 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang tidak membayarkan pajaknya selama 10 tahun.

(Baca : Dampak Peningkatan Batas "Kena Pajak", dari Konsumsi Sampai Investasi)

DJP akan mengintensifkan pemeriksaan pada tahun ini.

"Ketiga, kita akan melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak orang pribadi yang baru saja disampaikan pembayaran SPT-nya pada akhir Maret. Ini adalah upaya untuk menutupi kehilangan dari PTKP," terang Bambang.

Harian Kompas Target dan Realisasi Pajak

 

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang menyampaikan, kebijakan peningkatan batas PTKP akan berpengaruh terhadap penerimaan negara.

PPN dan PPnBM diperkirakan naik Rp 3,7 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya optimisme peningkatan konsumsi.

Sementara itu Pajak Penghasilan (PPh) badan juga diperkirakan meningkat Rp 2,6 triliun dengan asumsi ada peningkatan investasi dan penurunan biaya.

"PPh orang pribadi memang akan turun, terutama PPh 21 yaitu sebesar Rp 25 triliun. Bea Keluar juga turun Rp 47,8 miliar, sedangkan Bea Masuk bertambah Rp 221 miliar. Maka pajak netto minus Rp 18,9 triliun," pungkas Bambang.

Kompas TV "Panama Papers" Bukti Penghindar Pajak? (Bag 2)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Whats New
Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan 'On The Track'

Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan "On The Track"

Whats New
Masuk Usia 45 Tahun, Ini Serangkaian Capaian Pasar Modal Indonesia

Masuk Usia 45 Tahun, Ini Serangkaian Capaian Pasar Modal Indonesia

Whats New
Menko Airlangga Minta Rumah Sakit Bantu Akselerasi Pemberian Vaksin Booster ke Masyarakat

Menko Airlangga Minta Rumah Sakit Bantu Akselerasi Pemberian Vaksin Booster ke Masyarakat

Whats New
Sri Mulyani: Peranan Perempuan Sangat Menenetukan Kemajuan Negara

Sri Mulyani: Peranan Perempuan Sangat Menenetukan Kemajuan Negara

Whats New
Bahlil: Jangan Percaya Isu Ekonomi Indonesia di Ujung Resesi, Itu Hoaks Besar

Bahlil: Jangan Percaya Isu Ekonomi Indonesia di Ujung Resesi, Itu Hoaks Besar

Whats New
Lion Air Curhat Masih Jual Rugi Tiket Rute yang Dilayani Pesawat ATR

Lion Air Curhat Masih Jual Rugi Tiket Rute yang Dilayani Pesawat ATR

Whats New
Teken MoU dengan PBNU, Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Teken MoU dengan PBNU, Mendag Dorong UMKM Santri Naik Kelas

Whats New
Pertamina, PLN, BRI, Telkom Masuk 5 Perusahaan Terbesar di RI, Ini Kata Erick Thohir

Pertamina, PLN, BRI, Telkom Masuk 5 Perusahaan Terbesar di RI, Ini Kata Erick Thohir

Whats New
Tarif Tol Serpong-Balaraja Gratis, Berlaku 10-21 Agustus

Tarif Tol Serpong-Balaraja Gratis, Berlaku 10-21 Agustus

Whats New
Ratusan Guru PPPK Kaget Formasi Penempatan Tidak Sesuai, Ini Jawaban BKN

Ratusan Guru PPPK Kaget Formasi Penempatan Tidak Sesuai, Ini Jawaban BKN

Whats New
Tebar Dividen, Emiten Beras Ini juga Berikan Diskon bagi Para Pemegang Sahamnya

Tebar Dividen, Emiten Beras Ini juga Berikan Diskon bagi Para Pemegang Sahamnya

Whats New
Singapura Merajai PMA, Bahlil: Mungkin Uang Orang Indonesia

Singapura Merajai PMA, Bahlil: Mungkin Uang Orang Indonesia

Whats New
Ini Peran Lembaga Kliring dalam Perdagangan Emas Digital

Ini Peran Lembaga Kliring dalam Perdagangan Emas Digital

Whats New
Cegah APBN Jebol, Sri Mulyani Wanti-wanti ke Pertamina

Cegah APBN Jebol, Sri Mulyani Wanti-wanti ke Pertamina

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.