Hasanudin Abdurakhman
Doktor Fisika Terapan

Doktor di bidang fisika terapan dari Tohoku University, Jepang. Pernah bekerja sebagai peneliti di dua universitas di Jepang, kini bekerja sebagai General Manager for Business Development di sebuah perusahaan Jepang di Jakarta.

Apakah Pekerjaan yang Keren?

Kompas.com - 13/04/2016, 10:02 WIB
Sejumlah pengembang secara agresif merambah daerah. KOMPAS.com/RAMSejumlah pengembang secara agresif merambah daerah.
EditorWisnubrata

Apa yang Anda bayangkan tentang pekerjaan keren? Atau, apa yang dulu Anda bayangkan tentang pekerjaan keren?

Seorang teman saya bercerita bahwa saat pulang ke Indonesia dan bekerja di industri manufaktur Jepang, ia sempat merasa kurang bersemangat. Kenapa? Ia bekerja di pabrik, memakai seragam yang sama dengan yang dipakai buruh.

Padahal tadinya ia membayangkan akan bekerja pakai dasi, bahkan dengan setelan jas, di kantor mewah, di derah elit pusat bisnis. Apakah pekerjaan yang sesuai dengan gambaran itu? Salah satunya adalah petugas resepsionis hotel.

Waktu baru mulai bekerja di perusahaan, saya membuka lowongan untuk staf administrasi di kantor. Beberapa orang saya hubungi, kami buat janji untuk wawancara. Tapi sebagian dari mereka ada yang tidak datang wawancara. Kenapa?

Kata staf saya, mungkin mereka enggan setelah mendatangi kantor kami. Kantor kami waktu itu memang tidak berada di daerah perkantoran elit Jakarta. Konon, banyak calon karyawan yang hanya mau bekerja di daerah elit tersebut. Tidak sedikit karyawan yang sudah bekerja lantas berhenti. Alasannya, pekerjaan mereka tidak keren.

Setiap orang punya impian atau bayangan tentang pekerjaan yang dia anggap keren. Hanya saja, ada bayangan yang sahih, ada yang tidak.

Bayangan yang tidak sahih biasanya hanya berfokus pada hal-hal yang bersifat kulit luar, seperti soal-soal yang disebut kawan saya tadi. Sebaliknya, bayangan sahih berfokus pada hal-hal yang lebih substansial.

Bagaimana pekerjaan yang keren secara substansial?

Pertama, ia berbasis pada suatu keahlian dan keterampilan. Yang membuat pekerjaan itu keren adalah jalan yang ditempuh untuk mencapainya.

Kita membangun keahlian hingga layak untuk bekerja di tempat itu. Kita keren karena sudah menempuh jalan panjang untuk sampai di situ, lalu membuktikan bahwa kita memang layak.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.