Ditjen PEN dan Prefektur Wakayama Pererat Kerja Sama Promosi Ekspor

Kompas.com - 20/04/2016, 05:43 WIB
Thinkstock Ilustrasi perdagangan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak, dan Gubernur Prefektur Wakayama, Yoshinobu Nisaka, menandatangani joint statement untuk saling mempromosikan ekspor produk atau jasa Indonesia dan Jepang, Selasa (19/4/2016), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Penandatanganan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan, Srie Agustina.

Kerja sama dan kesepakatan yang dicapai oleh Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Prefektur Wakayama, Jepang, ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dengan Jepang.

"Kami berkomitmen untuk saling mendukung setiap kegiatan promosi ekspor yang dilaksanakan oleh masing-masing pihak untuk meningkatkan perdagangan," jelas Nus usai menandatangani kesepakatan, melalui rilis ke Kompas.com.

Kerja sama meliputi pertukaran informasi, penyelenggaraan seminar, partisipasi dalam pameran internasional, penyelenggaraan misi dagang, pengembangan produk, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang disepakati bersama.

"Kerja sama ini penting dan strategis bagi Indonesia karena Jepang merupakan pasar ekspor Indonesia. Pada 2015, Jepang merupakan negara tujuan ekspor produk Indonesia ke-3 setelah Amerika Serikat dan China," lanjut Nus.

Total nilai perdagangan Indonesia dan Jepang pada Januari-Februari 2016 mencapai 4,68 miliar dollar AS atau menurun 19,48 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Dari total nilai perdagangan tersebut, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar 2,16 miliar dollar AS dan nilai impor nonmigas Indonesia dari Jepang sebesar 1,93 miliar dollar AS. Terlihat bahwa Indonesia mengalami surplus sebesar 234,86 juta dollar AS.

Menurut Nus, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang pasar di Prefektur Wakayama. Prefektur Wakayama merupakan salah satu prefektur di Jepang yang dikenal luas dengan industri manufaktur, kimia, dan pariwisatanya.

"Indonesia dapat memanfaatkan peluang pasar yang ada dengan mengekspor produk furnitur, home decor, herbal atau spa ke hotel atau resor yang tersebar di daerah Wakayama. Selain itu, juga untuk promosi produk halal. Jepang akan menjadi penyelenggara Olimpiade 2020," ungkap Nus.

Gubernur Yoshinobu juga menyambut antusias kerja sama ini. “Kerja sama ini dapat lebih mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam hal hubungan ekonomi dan budaya kedua negara, terlebih mengingat histori hubungan Indonesia dan Jepang yang sangat kuat,” katanya.

Investasi Pengolahan Minyak Nabati

Selain menandatangani joint statement, Pemerintah Prefektur Wakayama juga tengah menjajaki kemungkinan investasi pengolahan minyak nabati berbahan baku sekam padi.

"Sebagai negara penghasil beras ke-3 terbesar di dunia setelah China dan India, hal ini merupakan peluang bagi produsen beras Indonesia untuk mengolah limbah berasnya menjadi produk yang lebih bernilai tambah," tandas Nus.

Pada tanggal yang sama, Pemerintah Prefektur Wakayama juga menyelenggarakan seminar untuk mempromosikan Prefektur Wakayama di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Seminar diselenggarakan atas kerja sama dengan Kemendag dan KADIN Indonesia. Hadir dalam seminar tersebut delegasi dari Prefektur Wakayama dan para pelaku usaha Indonesia, baik yang bergerak

Kompas TV Data Ekspor Indonesia Naik Hampir 8%

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAprillia Ika
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X