BNI Syariah Catat Laba Rp 75,18 Miliar di Kuartal I 2016

Kompas.com - 20/04/2016, 12:31 WIB
Logo BNI Syariah. BNI Syariah bermula sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) BNI konvensional yang mulai beroperasi pada 29 April 2000. Selanjutnya, pada 19 Juni 2010, status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). PrimusLogo BNI Syariah. BNI Syariah bermula sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) BNI konvensional yang mulai beroperasi pada 29 April 2000. Selanjutnya, pada 19 Juni 2010, status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank BNI Syariah mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 64,62 persen menjadi Rp 75,18 miliar pada kuartal I 2016. Pencapaian tersebut naik bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 45,67 miliar.

Plt Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono mengatakan, pertumbuhan laba ditopang ekspansi pembiayaan yang didukung dengan kualitas pembiayaan yang terjaga serta rasio dana murah yang baik.

"Alhamdulillah, walaupun 2016 kondisi ekonomi belum menunjukan perbaikan, namun kami masih bisa mencatatkan profitabilitas di periode Maret 2016," ujar Imam kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Imam memaparkan lebih lanjut, aset BNI Syariah juga tercatat tumbuh dari Maret 2015 sebesar Rp 20,50 triliun menjadi Rp 24,67 triliun di Maret 2016.

"Pertumbuhan aset didorong oleh pertumbuhan pembiayaan sebesar 14,95 persen dan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya pada periode yang sama," imbuh Imam.

Adapun total pembiayaan sebesar Rp 18,04 triliun sebagian besar merupakan pembiayaan konsumtif 53,18 persen disusul oleh pembiayaan produktif atau smll medium enterprise (SME) sebesar 22,2 persen, pembiayaan komersial 16,75 persen, pembiayaan mikro 5,69 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15 persen.

Untuk pembiayaan konsumtif, sebagian besar portofolio pembiayaan adalah BNI Griya iB Hasanah sebesar 85,99 persen.

"Pencapaian kinerja bisnis tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dimana NPF triwulan pertama 2016 tetap terjaga di level 2,77 persen," papar Imam.

Pertumbuhan kinerja yang positif ini dikatakan Imam tidak lepas dari peran BNI sebagai induk perusahaan yang menghadirkan konsep BNI Financial Center, dimana BNI beserta anak perusahaan melayani berbagai kebutuhan finansial masyarakat.

"Bentuk sinergi BNI Syariah dengan BNI diantaranya Syariah Chaneling Outlet (SCO), dimana nasabah diberikan kemudahan untuk dapat melakukan transaksi syariah di 1.487 kantor cabang BNI," tutup Imam.

Kompas TV Rasio Kredit Bermasalah BNI Meningkat
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.