Susi Beberkan Peluang Investasi Sektor Perikanan di Depan Ratusan Pengusaha Inggris

Kompas.com - 20/04/2016, 20:07 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Price menandatangani kesepakatan kerjasama di London Inggris Selasa (19/4/2016) KKPMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Price menandatangani kesepakatan kerjasama di London Inggris Selasa (19/4/2016)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

LONDON, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memaparkan peluang investasi sektor perikanan Indonesia di hadapan ratusan pengusaha Inggris.

Susi didaulat menjadi salah satu pembicara dalam UK-Indonesia Business Forum yang digelar di London Inggris Rabu (20/4/2016).

Dalam paparannya, Susi menjelaskan, pemerintah ingin menciptakan bisnis yang transparan, teratur, dan adil untuk semua pelaku usaha. "Tidak ada lagi monopoli. Kita ingin bisnis yang fair untuk semua," kata Susi.

Untuk menciptakan kondisi tersebut, KKP pun mengimplementasikan sejumlah kebijakan antara lain moratorium kapal asing, larangan transhipment, pengadaan kapal untuk nelayan, revitalisasi pelabuhan perikanan, dan pengembangan budidaya.

Dengan moratorium kapal eks asing dan larangan transhipment, diharapkan seluruh hasil tangkapan laut Indonesia bisa diolah di dalam negeri.

"Sehingga ini membuka peluang usaha di bidang coldstrorage dan pengolahan ikan. Investor asing bisa memiliki 100 persen kepemilikan di sektor pengolahan ikan," kata pemilik Susi Air itu.

Namun, Susi mengingatkan, untuk usaha penangkapan ikan, sepenuhnya akan dilakukan pelaku usaha dalam negeri. Kebijakan yang diterapkan Susi juga mendorong tumbuhnya bisnis galangan kapal, mengingat permintaan kapal di dalam negeri meningkat.

Investor asing bisa bekerja sama dengan galangan kapal nasional untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Investasi asing juga terbuka di sektor infrastruktur pelabuhan. Menurut Susi, pelabuhan perikanan di Indonesia akan berkembang pesat menyusul tak ada lagi bongkar muat ikan di tengah laut. Semua hasil tangkapan nelayan akan didaratkan di pelabuhan untuk selanjutnya dilelang.

Susi melanjutkan, seiring berkembangnya industri perikanan di daerah, kebutuhan infrastruktur seperti listrik dan transportasi juga meningkat. Hal itu juga membuka peluang investor asing untuk masuk.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X