Semen Indonesia Membuka Diri untuk Musyawarah Terkait Pendirian Pabrik Semen di Rembang

Kompas.com - 22/04/2016, 14:40 WIB
Aliansi warga Rembang peduli pegunungan Kendeng menggelar aksi simpatik menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di halaman Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Semarang, Senin (1/9/2014) Kompas.com/Nazar NurdinAliansi warga Rembang peduli pegunungan Kendeng menggelar aksi simpatik menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di halaman Pengadilan Tata Usaha (PTUN) Semarang, Senin (1/9/2014)
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Suparni membuka diri untuk melakukan musyawarah terkait pro dan kontra pendirian pabrik Semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang dilakukan masyarakat sekitar.

Pabrik yang dibangun dengan biaya Rp 4,45 triliun ini rencananya akan mulai berproduksi pada 2017 dengan rata-rata produksi 3 juta ton per tahun.

"Yang pro banyak, yang kontra juga ada. Kami menghargai itu, kami membuka diri untuk bertemu dan membicarakan terkait penyelesaiannya," ujar Suparni kepada wartawan usai penandatanganan fasilitas kredit di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Suparni menyebutkan, setidaknya ada sekitar 3.000 orang yang bakal bekerja di pabrik tersebut. Warga lokal dari Rembang dan sekitar Jawa Tengah penyerapannya sebesar 40 persen

Kompas TV Warga dan Pabrik hanya Berjarak 4 Km


sampai 45 persen.

"Kami juga mempekerjakan sekitar 3.000 orang, 40 persen-45 persennya dari warga lokal," tutur Suparni.

Dirinya berharap agar permasalahan di Rembang bisa diselesaikan dengan baik. Karena menurutnya, dengan beroperasinya pabrik dirembang bakal menyumbang pertumbuhan perekonomian suatu daerah, minimalnya pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar menjadi lebih terangkat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi massa yang mendukung serta menolak kegiatan pendirian pabrik Semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berlangsung bersamaan di halaman Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (16/4/2015) siang.  

Setidaknya, ada sekitar 500 personel polisi yang mengamankan situasi. Mereka terdiri dari Brimob Polda Jatang, Dalmas Polda Jateng, Dalmas Polrestabes Semarang dan Polsek setempat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.