Jangan Sampai Hutan Mangrove Indonesia Terkikis Habis

Kompas.com - 25/04/2016, 15:51 WIB

Kegiatan menanam pohon bakau oleh Fuji Xerox Indonesia di Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Sabtu (23/4/2016). Fuji Xerox Indonesia Kegiatan menanam pohon bakau oleh Fuji Xerox Indonesia di Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada Sabtu (23/4/2016).
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Senyampang pesan pelestarian alam masih terasa kencang gaungnya, mari sedikit menyimak betapa pentingnya tanaman mangrove atau bakau bagi kelangsungan ekosistem di laut, khususnya di Tanah Air. Bertolak dari catatan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Fuji Xerox Indonesia, sebagaimana siaran pers yang diterima Kompas.com pada Senin (25/4/2016), melakukan kegiatan menanam seribu pohon mangrove di Ekowisata Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, pada Sabtu pekan lalu.

Catatan itu menunjukkan dalam tiga dekade terakhir, Indonesia kehilangan 40 persen hutan mangrove. Deforestasi hutan mangrove di Indonesia rata-rata enam persen dari seluruh kehilangan hutan tahunan.

Kemudian, sampai kini, Indonesia memunyai 3,7 hektar hutan mangrove. Pencapaian ini adalah yang terluas di Asia, bahkan di dunia.

Jumlah mangrove yang terus berkurang berdampak pada pengurangan kualitas air pesisir, keanekaragaman hayati, menghilangnya ikan dan habitat pembibitan hewan berbuku-buku seperti udang, lobster, dan sebagainya. Hilangnya hutan mangrove juga memengaruhi habitat pesisir yang berdekatan, dan menghilangkan utama sumber daya untuk komunitas manusia yang bergantung pada hutan bakau untuk berbagai produk dan jasa.

Dalam kesempatan itu, Country Manager Fuji Xerox Printer Channel Indonesia Elvin Tjahjadi mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove adalah kali pertama dilakukan pihaknya. Fuji Xerox (FX) menggandeng Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) untuk kegiatan tersebut. Sementara, FX juga melakukan perawatan dan pemantauan pohon mangrove selama enam bulan pascapenanaman. "Kami memilih PIK untuk penanaman mangrove karena lokasinya terdekat dengan Jakarta dan tempat kantor kami beroperasi," kata Marketing Manager  Xerox Printer Channel Indonesia Ari Andrian.

Selain penanaman mangrove, Fuji Xerox Indonesia juga memiliki program daur ulang. Toner printer bekas pakai dikumpulkan lalu dialihkan ke yayasan yang mengelola cartridge, dan dioper ke perusahaan lain untuk didaur ulang diambil bagian plastiknya.

Terkini, selain menawarkan fitur dan spesifikasi yang unik serta ramah lingkungan, beberapa printer laser terbaru Fuji Xerox dilengkapi dengan toner EA-Eco yang dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan karena pada saat produksi toner EA-Eco, konsumsi penggunaan daya listrik hemat hingga 40 persen. Cara ini dapat menurunkan emisi CO2. Toner ini merupakan teknologi terbaru yang hasil cetakannya dapat menempel di kertas pada suhu 20 persen lebih rendah dibandingkan dengan toner biasa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X