Komisi IV DPR Soroti Perbedaan Data Impor Jagung di Dua Kementerian

Kompas.com - 25/04/2016, 21:30 WIB
Seorang warga saat memetik jagung di Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (29/3/2016). Rata-rata produktifitas jagung di Kahupaten Pasuruan diatas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Nasional KOMPAS.com / Andi HartikSeorang warga saat memetik jagung di Desa Banjarimbo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (29/3/2016). Rata-rata produktifitas jagung di Kahupaten Pasuruan diatas rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Nasional
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Viva Yoga Mauladi menyoroti perbedaan data antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian mengenai importisasi jagung.

Menurut Viva akurasi data itu penting dan jangan sampai data itu menjadi polemik seperti sekarang ini. "Data yang sekarang kan bernuansa politis, jadi misalnya ada penurunan tidak diekspose. Saya kira BPS juga harus serius validasi data itu," ujar Viva, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (25/4/2015).

Viva mengatakan ada perbedaan data yang diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Koordinator Perekonomian soal impor jagung. 

Menurut Kementan, pihaknya menyetop impor jagung tahun ini karena target produksi jagung surplus 3 ton. Sementara dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) Kemenko Perekonomian disepakati adanya impor jagung sebesar 1,5 ton.

"Surplus itu menurut siapa, kita kan juga melihat kondisi iklim yang terjadi dulu jadi jangan langsung tetapkan gitu," ucap Viva.

Produksi Jagung

Menanggapi hal itu Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (Buakabi) Kementan, Maman Suherman mengatakan, untuk jagung produksi meningkat 19,6 juta ton pada 2015.

Target produksi jagung tahun 2016 mencapai 24 juta ton, dengan kebutuhan konsumsi jagung nasional sebesar 21,6 juta ton.

Menurutnya dengan target dan konsumsi tersebut ketersediaan jagung nasional bisa surplus 3 ton sehingga dengan alasan itu kementan menyatakan tidak akan mengimpor jagung.

"Kementan optimis capai target itu, dengan perluasan lahan pertanian dan pemberian bibit secara gratis kita sangat yakin ketersedian jagung akan mencukupi," ujar dia.

Kompas TV Impor Indonesia Capai 10,1 Miliar Dollar AS



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X