PLN Gunakan Penyertaan Modal Negara untuk Bayar Pajak

Kompas.com - 26/04/2016, 15:36 WIB
Direktur Utama PLN Sofyan Basir KOMPAS.com/Sabrina AsrilDirektur Utama PLN Sofyan Basir
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir mengatakan menggunakan dana Penyertaaan Modal Negara (PMN) untuk membayar pajak.

Sofyan menjelaskan, dana PMN sebesar Rp 13 triliun digunakan untuk menutup kewajiban pajak sebesar Rp 19 triliun.

"PMN itu untuk pajak, sisa pajak Rp 6 triliun itu kami akan kita bayar sendiri," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (26/4/2015).

Sementara itu, mengenai proyek listrik 35.000 MW Sofyan Basir mengatakan proyek Power Purchase Agreement (PPA) tahun ini harus selesai sebesar 15.000 sampai 16.000 MW. Adapun porsi PLN dalam proyek PPA tersebut sebesar 8.000-9.000 MW.

"Porsi PLN dalam PPA itu sebesar 8.000-9.000 MW, dan itu semua yang garap PLN," jelas Sofyan.

Sisa dari proyek PPA akan dikerjakan oleh Independent Power Producer (IPP). Dirinya juga mengatakan PPA tahun ini sudah berjalan.

"PPA tahun ini udah jalan, nanti ada grounbreaking di cilacap dan cirebon," kata sofyan.

Berbicara mengenai aset, kata sofyan saat ini aset PLN sebesar Rp 1.100 triliun. Jumlah itu naik Rp 560 triliun dari Rp 540 triliun tahun lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X