Izin Rute Ambon-Dobo Dicabut, Wings Air Kecewa ke Kemenhub

Kompas.com - 27/04/2016, 12:33 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Wings Air membatalkan rencana pengoperasian rute perintis tujuan Ambon-Dobo yang seharusnya mulai dilakukan Rabu ini (27/4/2016).

Pembatalan operasional rute tersebut terjadi karena izin yang sudah dikantongi Wings Air dari Kementerian Perhubungan, dicabut kembali karena alasan teknis.

(Baca: Pelesir ke Morotai dan Aru Makin Mudah, Wings Air Buka Rute Baru di Maluku)

Pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1534 dan IW 1535 yang seharusnya terbang ke rute Ambon-Dobo, terpaksa belum dapat beroperasi.

“Kami sangat menyayangkan atas pencabutan kembali izin rute yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, mengingat tingginya animo masyarakat cukup tinggi," ujar Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/4).

Menurutnya, tiket untuk rute Ambon-Dobo yang akan diberangkatkan pada pukul 07.50 WITA dan sebaliknya penerbangan Dobo-Ambon yang dijadwalkan pukul 09.55 WITA sudah habis terjual.

Sampai sekarang, perseroan masih menunggu keterangan tertulis dari pihak Kementerian Perhubungan mengenai dicabutnya kembali izin rute tersebut. Otoritas hanya memberi keterangan pencabutan itu disebabkan karena kendala teknis.

“Bagi para penumpang yang sudah membeli tiket penerbangan dengan rute Ambon–Dobo (IW 1534) dan Dobo–Ambon (IW 1535) kami persilakan untuk melakukan full refund,” tutup Edward. (RR Putri Werdiningsih)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laba Bersih Alfamart Tumbuh 83,83 Persen Jadi Rp 1,95 Triliun Sepanjang 2021

Laba Bersih Alfamart Tumbuh 83,83 Persen Jadi Rp 1,95 Triliun Sepanjang 2021

Whats New
Kenaikan Tarif KRL Masih Terus Dikaji

Kenaikan Tarif KRL Masih Terus Dikaji

Whats New
LPDP Buka Beasiswa Bidang Metalurgi dan Sains, Simak Syarat dan Jadwal Seleksinya

LPDP Buka Beasiswa Bidang Metalurgi dan Sains, Simak Syarat dan Jadwal Seleksinya

Whats New
“Sinyal” The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Wall Street Berakhir Menguat

“Sinyal” The Fed Naikkan Suku Bunga Lagi, Wall Street Berakhir Menguat

Whats New
Ini Daftar Terkini 52 Bank yang Beri Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500

Ini Daftar Terkini 52 Bank yang Beri Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500

Whats New
Mulai 28 Mei, Transit di Stasiun Manggarai Tak Perlu Menyeberang Rel

Mulai 28 Mei, Transit di Stasiun Manggarai Tak Perlu Menyeberang Rel

Whats New
Simak 4 Hacks Keuangan bagi Para 'First Jobber'

Simak 4 Hacks Keuangan bagi Para "First Jobber"

Earn Smart
Luhut Lapor Jokowi: Ada Perusahaan Kuasai 500 Ha Sawit, Tapi Kantornya di Luar Negeri

Luhut Lapor Jokowi: Ada Perusahaan Kuasai 500 Ha Sawit, Tapi Kantornya di Luar Negeri

Whats New
Luhut Lobi Elon Musk Bikin Pabrik Tesla di Kalimantan Utara

Luhut Lobi Elon Musk Bikin Pabrik Tesla di Kalimantan Utara

Whats New
Bahlil Sebut Perusahaan Belgia Minat Kembangkan EBT Berbasis Hidrogen di Indonesia

Bahlil Sebut Perusahaan Belgia Minat Kembangkan EBT Berbasis Hidrogen di Indonesia

Whats New
Allianz dan Bank QNB Luncurkan Produk Paydi

Allianz dan Bank QNB Luncurkan Produk Paydi

Whats New
Garap 'Rare Earth', PT Timah Cari Partner

Garap "Rare Earth", PT Timah Cari Partner

Whats New
Dalam Gelaran WEF 2022, Dirut BRI Beberkan Inovasi Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

Dalam Gelaran WEF 2022, Dirut BRI Beberkan Inovasi Dukung Pembiayaan Berkelanjutan

Rilis
Alasan Ada 'Switch Over' 5 di Stasiun Manggarai, DJKA: untuk Menata Perjalanan Kereta Api

Alasan Ada "Switch Over" 5 di Stasiun Manggarai, DJKA: untuk Menata Perjalanan Kereta Api

Whats New
Segera Daftar, LPDP dan Kemenkomarves Beri Beasiswa Bidang Metalurgi dan Sains

Segera Daftar, LPDP dan Kemenkomarves Beri Beasiswa Bidang Metalurgi dan Sains

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.