OJK Berencana Naikkan Modal Minimum Bank, Jika RUU "Tax Amnesty" Disetujui DPR

Kompas.com - 28/04/2016, 16:30 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad. 
KOMPAS/ALIF ICHWANKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyatakan, pihaknya berencana menaikkan batas minimum modal inti bank. Aturan ini dikhususkan bagi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1.

Muliaman menyebut, langkah ini akan dilakukan OJK apabila Rancangan Undang-undang Tax Amnesty alias pengampunan pajak disahkan oleh DPR.

Ia menjelaskan, OJK memang mendorong dana repatriasi Tax Amnesty masuk ke dalam instrumen keuangan yang ada di perbankan, sehingga dapat menggemukkan permodalan.

"Selama ini produk keuangannya sudah ada, ada RDPT (reksa dana pendapatan tetap), ada surat-surat berharga lain, dan juga ada opsi-opsi lain," kata Muliaman di Jakarta, Kamis (28/4/2016).

"Misalnya masuk untuk memperkuat modal bank. Kita juga ada keinginan untuk menaikkan modal minimum dari bank. Ini juga nanti bisa masuk kesitu bisa masuk ke project investasi, surat berharga dan sebagainya."

Tujuan menaikkan modal minimum itu adalah OJK ingin semua bank memiliki permodalan yang kuat guna menghadapi persaingan dengan bank lain.

"Intinya begini kita perlu terus memperkuat permodalan. Kalau tidak kuat modal nya bank juga tidak bisa apa-apa. Semua bank harus harus kuat," ungkap Muliaman.

Namun, OJK akan lebih mendorong kepada Bank BUKU I dan Bank BUKU II untuk menaikkan permodalannya. Salah satu caranya adalah dengan mendorong dana repatriasi tax amnesty masuk menyuntikkan modal ke bank tersebut.

Dengan demikian, dalam beberapa tahun modal inti bank BUKU I (kurang dari Rp 1 triliun), dan modal inti bank BUKU II (Rp 1-5 triliun) akan hilang dalam beberapa tahun.

"Artinya (dana repatriasi) bisa masuk ke bank- bank (BUKU I & BUKU II) itu, bisa juga masuk ke bank-bank besar. Sehingga bank itu juga kalau masuk dananya modalnya ditambah," jelasnya.

Kendati demikian, saat Muliaman belum bisa menjelaskan lebih detil mengenai berapa kenaikan batas modal minimum bank tersebut.

Kompas TV BI Ubah Bunga Acuan?



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X